BEKASI, AKURATNEWS.co – Sabtu (7/6), Bekasi Convention Center (BCC) dipadati penonton yang antusias menghadiri konser bertajuk ‘Anak Ni Raja Orkestra’ yang menjadi sebuah perhelatan musik sekaligus panggung apresiasi bagi kekayaan budaya dan musik Batak.
Konser yang digagas musisi sekaligus produser Posan Tobing ini menghadirkan deretan musisi Batak papan atas seperti Posan Tobing Harmoni, Rita Butar Butar, Viky Sianipar, Ferdy Tahier Siboro dari grup band Element, Marsada Band, Silvani Aritonang, Senada Trio, serta sejumlah artis pendukung lainnya.
Dengan konsep orkestra etnik modern, pertunjukan ini berupaya menyuguhkan nuansa musikal yang tak hanya megah namun juga sarat makna budaya.
“Konser ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap warisan musik Batak yang kaya dan patut dibawa ke level yang lebih luas,” ujar Posan Tobing sesaat sebelum konser.
Ia juga menyebut konser ini sebagai “garis dari Tuhan”, sebuah panggilan untuk menghidupkan semangat budaya Batak di tengah generasi muda.
Posan mengungkapkan bahwa persiapan konser ini memakan waktu empat bulan.
“Kami survei terlebih dahulu siapa artis Batak yang paling ingin ditonton. Semua musisi di konser ini tampil dengan restu dan izin pembawa lagu. Dan kami pilih Bekasi karena kota ini adalah pusatnya orang Batak di Jabodetabek,” jelasnya.
Salah satu penampilan yang menjadi sorotan datang dari Ferdy Tahier Siboro, vokalis grup musik Element, yang untuk pertama kalinya tampil membawakan lagu-lagu Batak secara live di panggung besar, salah satunya lagu ‘Anak Medan’.
“Ayah saya itu orang Batak, tapi saya lahir di Bandung, besar di Bogor, logat saya Sunda. Dari dulu beliau ingin saya bisa ngomong Batak dan nyanyi lagu Batak. Jadi konser ini sangat berarti buat saya. Semoga almarhum ayah saya di sana bisa melihat saya malam ini,” ucap Ferdy.
Penyanyi yang sehari-hari biasa disapa Kang Ferdy ini, dan malam itu spesial disapa Lae Ferdy mengaku jika konser ini membuatnya deg-degan.
“Ini first time saya nyanyi lagu Batak. Sejak awal saya masuk ke dunia musik pun tidak pernah nyanyi lagu Batak. Bahkan saat kecil pun nyaris tidak pernah dikenalkan lagu-lagu Batak oleh ayah. Jadi emang harus belajar lagi, terutama cara pengucapannya. Saya banyak belajar dari Vicky Sianipar soal ini,” beber Ferdy.
Kembali pada esensi konser ini, Posan Tobing berharap, akan semakin banyak generasi muda Batak yang mau menggali dan melestarikan bahasa serta musik daerahnya.
“Batak itu layak untuk ‘update’ dalam hal bermusik dan menikmati musik. Kita ingin anak muda Batak tidak melupakan akar budayanya,” tegas Posan.
Konser yang sudah digelar untuk kedua kalinya ini dikatakannya juga membuka peluang akan adanya rangkaian pertunjukan serupa di kota lain, sebagai bentuk ekspansi budaya Batak ke seluruh penjuru Indonesia. (NVR)
