JAKARTA, AKURATNEWS.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan jika pihak yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Maluku Utara (Malut) adalah 18 orang, termasuk Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba.
Abdul Ghani pun langsung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/12) pagi. Ia terjaring OTT bersama dengan 14 orang lainnya yang terdiri dari pejabat di Maluku Utara dan pihak swasta.
Mereka ditangkap di Jakarta Selatan dan Kota Ternate. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Abdul Ghani ditangkap tim KPK saat berada di Hotel Bidakara.
“Benar di antaranya adalah Gubernur Maluku Utara dan pejabat lainnya serta beberapa pihak swasta yang sebagian saat ini sudah berada di Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan permintaan keterangan,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa (19/12).
Ali menjelaskan operasi senyap tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat perihal kasus dugaan korupsi lelang jabatan dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Di OTT kali ini, awalnya, KPK mengamankan 15 orang, namun kini bertambah tiga orang. Hingga total 18 orang.
“Ada juga ditemukan uang sebagai bukti yang jumlahnya masih terus dikonfirmasi kepada para pihak yang ditangkap,” kata Ali lagi.
Lembaga antirasuah ini rencananya bakal menggelar konferensi pers pada Rabu (20/12). OTT KPK ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi lelang jabatan dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). (NVR)
