JAKARTA, AKURATNEWS.co – Rumah produksi HAS Pictures resmi melayangkan somasi kepada aktris Safira Ratu Sofya alias RS terkait dugaan pelanggaran kontrak kerja. Pemeran utama film Dosa Penebusan atau Pengampunan ini dinilai mangkir dari kewajiban promosi yang telah disepakati sejak awal produksi.
“Salah satu peran utama dari film ini tidak ikut promo di kita dan itu jelas merugikan kita dari PH. Saudari RS ini enggan ikut promo karena bilang kurang nyaman, padahal dari awal proses casting sampai syuting dia sangat fun,” ujar produser HAS Pictures, Reza Aditya dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat, 22 Mei.
Kuasa hukum HAS Pictures, Bang Takwa, menegaskan bahwa segala hak dan kewajiban sudah tertuang jelas dalam kontrak yang ditandatangani oleh ayah sang aktris. Menurutnya, tindakan Ratu Sofya yang tidak mengunggah materi promosi sangat mencederai profesionalisme.
“Ada hak-hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Pada saat dia diwajibkan melaksanakan promo melalui medsosnya maupun bersama perusahaan, ketidakhadirannya merugikan klien kami. Kami menuntut Safira Ratu Sofya untuk melakukan promosinya segera dan seketika,” tegas Bang Takwa.
Pihak PH mengaku telah mencoba melakukan pertemuan dengan kuasa hukum Ratu Sofya, namun belum menemukan titik terang. Bang Takwa memperingatkan agar sang aktris kembali pada kesepakatan tertulis agar permasalahan ini tidak berlanjut ke ranah pidana.
“Mengenai langkah-langkah apa yang kami berikan, itu nanti akan kami pertimbangkan jika memang nanti ada unsur unsur yang sekiranya terpenuhi suatu perbuatan tindak pidana, maka kami akan layangkan surat-surat hukum,” lanjutnya.
HAS Pictures juga meminta Ratu Sofya tidak mencampuradukkan masalah pribadi atau keluarga dengan urusan pekerjaan profesional. Pihak PH menyatakan tidak bertanggung jawab atas konflik internal yang terjadi antara Ratu dan orang tuanya.
“Terkait ada permasalahan pribadi antara Ratu Sofya dengan keluarganya, tidak ada kesertamertaan perusahaan ini terkait itu. Artinya ketika ada masalah komunikasi atau apa pun, tidak ada beban kewajiban kami untuk memasuki hal itu,” kata Bang Takwa lagi.
Pihak PH memberikan kesempatan terakhir bagi Ratu Sofya untuk memperbaiki iktikad baiknya sebelum film tersebut resmi dirilis ke publik.
“Kita akan lihat apakah masih ada iktikad baik terkait apa yang diperjanjikan dalam film ini,” pungkas Bang Takwa./Din.Foto: Istimewa.
