DJ Katty Butterfly Dituntut Ganti Rugi Rp146,5 Juta, Ini Penyebabnya!

JAKARTA, AKURATNEWS.co – DJ Katty Butterfly tersandung masalah hukum, setelah dirinya gagal tampil karena sakit. Dirinya dituntut untuk mengembalikan honor ditambah ganti rugi.

Pihak manajmen menganggap ada kejanggalan dalam tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh sebuah klub di Bandung. Pihak venue menolak mediasi dan justru meminta pengembalian dana hingga lebih dari dua kali lipat dari nilai kontrak awal.

“Sebenarnya bingung juga ya, bukannya dari nilai fee Katty ini kan 45 juta gitu. Terus mereka minta ganti dua kali lipat ya sudah, akhirnya rincian nilainya jadi 146 juta setengah dari nilai fee,” ungkap Ika, manajer Katty di Lebak Bulus, Jumat, 4 September.

Rincian tersebut dianggap tidak masuk akal karena memasukkan biaya-biaya yang seharusnya bukan tanggung jawab pihak manajemen Katty.

“Biaya dokter juga dimasukkan, padahal nggak ada dokter karena aku udah langsung ke rumah sakit. Banyak yang buat aku itu ada-ada aja,” timpal Katty Butterfly heran.

Ika juga menyoroti adanya rincian tagihan yang dianggap “ajaib” oleh pihak manajemen.

“Ada beberapa yang saya baca ini saya pikir bingung ya kok ini dimasukin gitu. Kayak complimentary band juga ditagih ke kita, terus tiket bus padahal kan kita sudah nyampai sana,” jelas Ika.

Perselisihan ini semakin runyam ketika manajemen menemukan adanya manipulasi angka kontrak yang dilakukan oleh pihak PIC klub tersebut.

“Nilai 45 juta memang dari pihak PIC outlet ini ada menitip masukin kontrak gitu jadi 50 juta. Ternyata dia up 10 juta dari nilai yang kami sepakati tanpa saya tahu,” beber Ika.

Pihak manajemen Katty sebenarnya telah menawarkan reschedule dan pengembalian dana sesuai kontrak, namun ditolak mentah-mentah.

“Mereka nggak mau reschedule, nggak mau apa-apa, tapi dia cuma mau dua kali lipat dan damage-nya itu,” kata Ika.

Terkait batalnya penampilan karena sakit, Ika menegaskan bahwa hal tersebut sudah diatur dalam klausul force majeure di kontrak kerja sama mereka.

“Apabila tidak ditemukan tanggal yang tepat maka pihak kedua akan mengembalikan dana yang telah dikirim setelah dikurangi biaya-biaya transportasi dan akomodasi,” kutip Ika dari kontraknya.

Berdasarkan aturan hukum tersebut, Ika menduga tuntutan pihak klub sudah mengarah pada tindakan pemerasan.

“Balik lagi ke karena ada bedanya angka yang harus kami ganti dan harga fee sesuai kontrak, jadi ya diduga pemerasan gitu ya,” tegas Ika kepada awak media.

Katty Butterfly sendiri menyatakan kesiapannya jika kasus ini memang harus dibawa ke ranah pengadilan.

“Kalau mau disuruh ganti semua berarti kan masa saya ganti yang dia? Karena sebenarnya kita baliknya berapa kayak contoh kita dapat dari mereka transfer itu berapa, balik itu aku oke,” ujar Katty.

Hingga saat ini, pihak Katty masih menunggu langkah hukum yang akan diambil oleh pihak klub Bandung tersebut.

“Sampai saat ini kami masih menunggu karena mereka kan bilang mau dibawa ke ranah hukum ya kami masih nunggu. Jikalau bagaimana responnya kami mungkin akan menempuh jalur hukum,” pungkas Ika./May.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *