JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dalam upaya mempercepat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Fokus kolaborasi ini adalah memastikan lebih banyak produk UMKM memenuhi standar BPOM, membuka peluang untuk menembus pasar domestik maupun global.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebutkan tiga langkah strategis yang menjadi tulang punggung program ini yakni, pemaksimalan Pasar Digital (PaDi) dimana UMKM, mengintegrasikan produk UMKM ke dalam ekosistem digital untuk meningkatkan akses pasar,  lalu pemanfaatan Database PNM Mekaar yang berjumlah 21,2 juta nasabah PNM Mekaar yang mayoritas ibu-ibu di pedesaan untuk memberikan pendampingan yang tepat sasaran. Lalu Digitalisasi dan Konsolidasi Database yang memadukan data antarinstansi untuk menciptakan sinergi yang lebih efisien dan efektif.

“Langkah pertama adalah memastikan seluruh produk UMKM bisa tersertifikasi BPOM dalam beberapa bulan ke depan. Setelah itu, program PNM Mekaar akan memfasilitasi nasabah untuk mengakses pasar yang lebih luas,” ujar Erick Thohir, Selasa (10/12).

Ditambahkan Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, kolaborasi dengan BPOM menjadi tonggak penting dalam mendorong daya saing UMKM. Menurutnya, selain akses pembiayaan, edukasi dan pendampingan adalah kunci bagi UMKM untuk berkembang.

“Kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung nasabah keluar dari zona subsisten menjadi wirausaha yang mandiri. Melalui modal finansial, intelektual, dan sosial, kami ingin menciptakan masyarakat yang madani,” jelas Arief.

Sebagai langkah awal, PNM fokus pada edukasi izin edar BPOM untuk produk makanan, minuman, dan herbal. Edukasi ini bertujuan agar pelaku usaha memahami pentingnya standar keamanan dan kualitas produk.

Kerja sama antara Kementerian BUMN, PNM, dan BPOM tidak hanya bertujuan memenuhi target sertifikasi, tetapi juga menciptakan UMKM yang lebih kompetitif di pasar global. Erick Thohir juga optimis bahwa upaya ini dapat mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok nasional dan internasional.

“Kami ingin memastikan produk-produk UMKM Indonesia tidak hanya memenuhi standar lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. BPOM akan menjadi mitra strategis dalam memastikan kualitas produk,” tambah Erick.

Kolaborasi ini sejalan dengan visi pemerintah menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dengan menyasar segmen UMKM binaan PNM Mekaar, program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat pedesaan, khususnya perempuan, untuk memiliki akses lebih luas ke pasar dan pembiayaan.

Melalui langkah sinergis ini, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional pasca pandemi.

“UMKM yang kuat adalah fondasi ekonomi yang stabil. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mencapainya,” tutup Erick. (NVR)

By Editor1