JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dalam upaya memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional, khususnya dalam pengembangan dan produksi amunisi, serta mendorong kemandirian bangsa di sektor pertahanan, PT Pindad, industri pertahanan terkemuka di Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Fastech Group melalui anak usahanya PT Fasilitas Teknologi Nusantara.

Fastech Group, yang sebelumnya dikenal dengan lini bisnis jasa tenaga kebersihan dan keamanan, kini semakin fokus mengembangkan sayapnya di industri militer. Salah satu langkah konkret dari komitmen ini adalah pembangunan pabrik amunisi yang dirancang memenuhi kebutuhan dalam negeri. Inisiatif ini tidak hanya mendukung ketahanan nasional tetapi juga memperkuat kemandirian Indonesia dalam penyediaan alat pertahanan.

Kerja sama ini melibatkan tiga entitas kunci: PT Pindad, PT Fasilitas Teknologi Nusantara (anak usaha Fastech Group), dan perusahaan asal Malaysia, Quante Phi Sdn. Bhd. Keterlibatan Quante Phi Sdn. Bhd. menunjukkan adanya potensi transfer teknologi dan inovasi lintas negara yang dapat memperkaya kapabilitas industri pertahanan Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.

CEO Fastech Group, Hendrik Tjandra, menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia berharap kerja sama ini tidak hanya mengembangkan bisnis di industri ketahanan nusantara, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan dan keamanan negara.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mengembangkan bisnis di industri ketahanan nusantara dan berkontribusi terhadap kemajuan serta keamanan negara,” ujar Hendrik.

Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi visi Fastech Group untuk menjadi bagian integral dari upaya penguatan pertahanan nasional.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa, menyambut baik inisiatif strategis ini. Sigit menegaskan komitmen PT Pindad dalam mendukung kemandirian pertahanan nasional, terutama dalam penguasaan teknologi produk amunisi.

Menurut Sigit, kerja sama ini juga akan mendorong PT Pindad untuk menjadi industri pertahanan global yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

“Hal ini sejalan dengan ambisi PT Pindad untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga bersaing di pasar internasional,” ujar Sigit.

Fastech Group menunjukkan komitmen jangka panjangnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan berbagai pihak dalam mewujudkan visi kemandirian industri pertahanan nasional.

Dengan ekspansi lini bisnis ke sektor militer dan pembangunan pabrik amunisi, Fastech Group berperan aktif dalam mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk pertahanan impor. Ini merupakan langkah krusial dalam membangun fondasi industri pertahanan yang kokoh dan berkelanjutan.

Perusahaan ini sendiri memiliki diversifikasi lini bisnis yang mencakup jasa tenaga kebersihan, jasa tenaga keamanan, serta industri pertahanan dan militer. Fokus pada pengembangan industri militer, khususnya melalui pembangunan pabrik amunisi, menunjukkan keseriusan Fastech Group dalam mendukung kebutuhan dalam negeri.

Kolaborasi dengan PT Pindad dan Quante Phi Sdn. Bhd. menjadi bukti nyata dari upaya Fastech Group untuk memperluas jangkauan dan kapabilitasnya di sektor pertahanan.

Kerja sama antara PT Pindad dan Fastech Group ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara BUMN dan swasta dalam memajukan industri pertahanan nasional. Dengan dukungan penuh dari kedua belah pihak, Indonesia semakin dekat untuk mencapai kemandirian dalam penyediaan alutsista dan menjadi pemain kunci di pasar pertahanan global. (NVR)

By editor2