JAKARTA, AKURATNEWS.co – Jelang 50 tahun, Jazz Goes To Campus (JGTC) tancap gas dengan format anyar bertajuk ‘The City Series’.
Ajang ini mencoba mennyatukan sesi edukasi dan konser dalam satu malam di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Jumat (25/4).
‘The City Series’ ini nantinya dibuka talkshow pukul 18.30–19.30 WIB, langsung disambung konser utama. Tujuannya jelas: bikin jazz lebih relevan, nggak eksklusif, dan nyambung sama anak kota.
“Penonton kami ajak mikir dulu lewat diskusi, baru nonton konsernya. Jadi pulang bawa rasa dan wawasan,” ujar Candra Darusman, penggagas sekaligus pengisi acara JGTC di Jakarta, Kamis (17/4).
Talkshow ‘Pencapaian Menjelang 50 Tahun JGTC serta Harapan ke Depan’ sendiri nantinya akan dipandu Kepra Prasetyo. Pembicaranya nggak main-main: Rano Karno, Candra Darusman, Chico Hindarto, Sri Harnurga, dan Agus S. Basuni.
Bahasannya pun lengkap, mulai kilas balik JGTC, skeptisisme soal jazz, kawin silang jazz sama identitas lokal kayak Betawi, sampai peran jazz di ekosistem kreatif kota.
Momen ini juga tak hanya jadi pemanasan menuju 50 tahun JGTC pada 2027 dan 500 tahun Jakarta.
Keluar dari ruang diskusi, penonton langsung disuguh konser kolosal. Empat arranger top turun: Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, dan Adra Karim. Mereka bakal dibackup Bandung Jazz Orchestra plus duet vokal Alonzo & Rose Maryjane.
Formatnya big band, aransemen lintas genre, visual modern, tapi dibikin tetap intim.
Dilanjutkan Candra, format baru The City Series juga membuktiin jika jazz bisa diajak ngobrol.
“Bukan cuma didengerin. JGTC dari dulu itu juga laboratorium. Ini penting buat regenerasi,” ujarnya.
Ditambahkan pendukung acara lain, Bandung Jazz Orchestra, kolaborasi di JGTC ini menantang.
“Mainin aransemen empat kepala dalam satu panggung itu PR besar. Tapi justru itu serunya. Penonton bakal lihat sisi jazz yang megah tapi membumi,” ujar Bandung Jazz Orchestra.
Lewat _The City Series, JGTC pun mau mennegaskan jika jazz itu bukan cuma tontonan, tapi juga teman mikir bareng. (NVR)
