JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah Mal Atrium Senen, Jakarta, Jumat (27/2), satu isu serius kembali digaungkan.
Ya . isu stunting memang bukan sekadar wacana, melainkan ajakan nyata untuk terlibat.
Oleh karenanya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mereluncurkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai upaya memperluas partisipasi publik dalam memutus rantai stunting di Indonesia.
Dan Talkshow bertajuk “BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa – Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” menjadi panggung kolaborasi dua lembaga tersebut.
Hadir sebagai narasumber, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta dan Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih.
Arifin menegaskan, sinergi ini bukan sekadar seremoni. BAZNAS, kata dia, berperan sebagai jembatan antara para muzaki yakni masyarakat yang mampu dengan keluarga rentan yang berisiko stunting.
Menurutnya, kemiskinan masih menjadi faktor dominan penyebab tingginya angka stunting. Keterbatasan akses pangan bergizi, layanan kesehatan, hingga edukasi pengasuhan membuat anak-anak dari keluarga prasejahtera berada dalam lingkaran risiko yang sulit diputus.
“BAZNAS memang memiliki banyak program, tetapi fokus utamanya adalah mustahik fakir miskin. Dimensinya luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan bisa berdampak langsung pada stunting, dan zakat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan itu,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, pengelolaan zakat dan sedekah dilakukan secara terukur dan kolaboratif. Dalam isu stunting, Kemendukbangga/BKKBN dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki kompetensi teknis dan basis data keluarga berisiko.
Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berdampak jangka panjang.
BAZNAS pun menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting, sehingga masyarakat dapat menyalurkan sedekah yang secara spesifik diperuntukkan bagi pencegahan stunting.
Agar bantuan tidak salah alamat, proses verifikasi penerima manfaat menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial. Pendekatan berbasis data ini diharapkan memastikan keluarga yang dibantu benar-benar berasal dari kelompok paling rentan.
“Kami menggunakan kedua data tersebut untuk memastikan mustahik yang dibantu tepat sasaran,” kata Arifin.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Sedekah Genting sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar aksi musiman.
“Mudah-mudahan ini menjadi gerakan sosial jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Yuni Hastutiningsih menjelaskan, program Genting menyasar keluarga berisiko stunting, terutama dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3—lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Berdasarkan hasil penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu. Ia juga mengaitkan gerakan ini dengan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Yuni, anak-anak yang akan menjadi generasi produktif pada 2045 saat ini tengah berada pada fase emas pertumbuhan.
Jika gagal dipenuhi kebutuhan gizinya, dampaknya bisa permanen, mulai dari gangguan perkembangan kognitif hingga produktivitas yang rendah saat dewasa.
“Generasi emas tidak bisa hadir tiba-tiba. Harus dipersiapkan sejak dini. Karena itu gerakan ini harus kita masifkan dari sekarang,” ujarnya.
Yuni juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dan masyarakat luas. Selama ini, dukungan CSR perusahaan belum merata. Karena itu, ia mendorong masyarakat mampu untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
“Kepedulian kolektif inilah yang akan mempercepat penurunan angka stunting,” katanya.
Upaya menekan stunting bukan hanya urusan pemerintah. Ia membutuhkan gotong royong dari negara, lembaga sosial, dunia usaha, hingga individu.
Melalui Sedekah Genting, langkah kecil seperti transfer donasi bisa menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang: memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong 2045.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan sedekah melalui rekening BAZNAS di: Bank BTN
1210.1300.0119.83
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan BAZNAS di 14050 atau 021-50847142, WhatsApp 0811 8882 1818, serta email layananmuzaki@baznas.go.id. (NVR)
