JAKARTA, AKURATNEWS.xo – Menjelang Ramadhan 2026, suasana bersih-bersih mulai terasa di berbagai penjuru negeri, bahkan hingga lintas benua.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggulirkan program tahunan Masjid dan Musala Berseri (Bersih, Segar, dan Rapi), sebuah gerakan kolektif untuk memastikan rumah ibadah siap menyambut bulan suci dalam kondisi terbaiknya.

Tahun ini, program tersebut menjangkau 234 kampus, 506 pondok pesantren, lebih dari 1.000 Madrasah Layak Belajar BAZNAS, serta berbagai titik di 10 negara.

Perluasan ini menjadi penanda bahwa gerakan kebersihan dan perawatan rumah ibadah tak lagi terbatas secara geografis.

Jika sebelumnya fokus utama berada di dalam negeri, kini Masjid dan Musala Berseri merambah Malaysia, Turki, Maroko, Tunisia, hingga Rusia. Langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat Indonesia semakin terhubung secara global.

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS, Farid Septian menegaskan bahwa peluncuran program kali ini sejatinya merupakan simbolisasi dari kegiatan yang telah rutin dilakukan selama bertahun-tahun.

“Forum hari ini sebetulnya adalah forum puncak simbolisasi saja. Jika dijumlahkan, mungkin sudah menghabiskan sekian puluh miliar rupiah di sekian ratus ribu titik,” ujarnya, Jumat (13/2).

Program ini telah dimulai sejak 11 Februari dan akan terus berlangsung hingga menjelang Ramadan pada 18 Februari, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, perluasan hingga mancanegara mencerminkan pengelolaan zakat yang semakin kolaboratif dan berdampak luas.

“Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Masjid dan musala bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah ruang spiritual, pusat pendidikan, hingga simpul solidaritas sosial. Membersihkannya berarti merawat ruang bersama tempat doa, ilmu, dan silaturahmi tumbuh.

Peluncuran program turut dihadiri Kepala Satuan Tugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Matraman, Hary Purwanto yang menyambut baik kegiatan tersebut, terutama karena menyasar Masjid Jami Baitut Taqwa di lingkungannya.

“Program ini memotivasi kami untuk semakin tangguh, inovatif, dan profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Keterlibatan Pramuka juga menjadi bagian penting dalam gerakan ini. Ketua Kwartir Ranting Ciawi, Suprapto Prasetyo, menyampaikan apresiasi karena organisasinya terus dilibatkan dalam kegiatan sosial berbasis keumatan.

“Harapannya, kegiatan ini terus ditingkatkan agar membawa manfaat bagi tempat ibadah, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Indonesia pada umumnya,” katanya.

Masjid dan Musala Berseri pun bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah refleksi bahwa Ramadan disambut bukan hanya dengan kesiapan batin, tetapi juga dengan kesiapan ruang ibadah yang layak, bersih, dan nyaman.

Di ratusan kampus, ribuan madrasah, pesantren, hingga titik-titik di luar negeri, sapu dan pel menjadi simbol gerakan yang lebih besar: gotong royong lintas generasi dan lintas negara.

Lewat program ini, BAZNAS memastikan harapan itu dimulai dari tempat paling sakral, rumah ibadah yang bersih, segar, dan rapi. (NVR)

By editor2