JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di ujung Jalan Asem Nirbaya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, tumpukan karung dan gerobak barang bekas menjadi pemandangan sehari-hari.
Kampung yang dikenal warga sebagai Kampung Pemulung itu hidup dari sisa-sisa kota.
Namun Kamis siang (12/2), suasananya berbeda. Senyum dan antrean rapi menggantikan rutinitas memilah plastik dan kardus.
Sebanyak 75 kepala keluarga menerima paket pangan Ramadan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Bantuan ini menjadi bagian dari distribusi 7.000 paket pangan yang digulirkan di empat provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Program senilai Rp6.419.378.000 itu bukan sekadar angka dalam laporan. Di Kampung Pemulung, ia menjelma beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap, saus, garam, dan gula, bahan pokok yang memastikan dapur tetap mengepul saat Ramadhan tiba.
Ketua BAZNAS, Noor Achmad menyampaikan, bantuan dari KSrelief telah konsisten hadir selama beberapa tahun terakhir dan menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, bantuan ini selalu dinantikan masyarakat. Kami memastikan paket disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Noor.
Ia menegaskan, kerja sama lintas negara ini bukan hanya tentang distribusi logistik, tetapi juga tentang kepercayaan dan kesinambungan kepedulian menjelang bulan suci.
Perwakilan KSrelief, Abdul Karim Al Yusuf sebelumnya menyebut lembaganya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 70 negara. Indonesia menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam momentum Ramadhan.
Bantuan ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di balik angka miliaran rupiah itu, yang terasa di Kampung Pemulung adalah sesuatu yang lebih sederhana: rasa diperhatikan.
Murni (40), salah satu penerima manfaat, tak kuasa menyembunyikan air mata haru. Ia sehari-hari membantu suaminya mengumpulkan barang bekas. Menjelang Ramadhan, penghasilan keluarga kerap tak menentu.
“Alhamdulillah, paketnya sangat lengkap. Insya Allah cukup untuk kebutuhan keluarga kami di awal Ramadan,” ujarnya.
Bagi Murni dan puluhan warga lain, bantuan ini bukan sekadar sembako. Ia adalah jeda dari kecemasan tentang bagaimana menyiapkan sahur pertama, tentang bagaimana memastikan anak-anak tetap makan layak di bulan puasa.
Di Kampung Pemulung, Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga soal bertahan hidup dengan penghasilan harian yang fluktuatif. Bantuan pangan menjadi penguat bahwa solidaritas tak mengenal batas negara maupun jarak geografis.
Program 7.000 paket pangan KSrelief–BAZNAS mungkin tersebar di empat provinsi. Namun di sudut kecil Jakarta Timur ini, ia terasa sangat personal hadir di dapur sempit, di rak kayu sederhana, dan di hati warga yang menyambut bulan suci dengan harapan baru. (NVR)
