JAKARTA, AKURATNEWS.co  –  Pada perdaganagn hari ini, harga emas naik lebih dari 1%, hingga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high. Penguatan harga emas karena sebagai aset save haven saat kondisi global tak menentu, terutama terkait pilpres Amerika Serikat (AS) dan konflik Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, Rabu (23/10/2024), harga emas spot menguat 1,08% menjadi US$ 2.749,01 per ons dan merupakan rekor tertinggi terbaru. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,6% menjadi US$ 2.754,3.

Sebagai aset safe haven atau memiliki nilai lindung terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, emas telah menguat 32% sepanjang 2024. Bahkan, harga emas juga beberapa kali mencapai rekor tertinggi. Suku bunga yang rendah juga mengerek harga emas naik dan menarik perhatian untuk dijadikan instrumen investasi.

Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior Zaner Metals Peter A Grant mengatakan, ketegangan geopolitik Timur Tengah menjadi pendorong utama harga emas menguat.

“Selain itu, dua minggu jelang pemilu Presiden AS, persaingan terlihat sangat ketat, sehingga ketidakpastian politik juga mendorong minat ke emas,” ucanya.

Ia menambahkan, harga emas bisa menembus level US$ 3.000 sebelum akhir 2024. Namun, ia lebih cenderung memperkirakan hal tersebut terjadi pada kuartal pertama 2025.

“Selain itu, langkah pelonggaran moneter oleh banyak bank sentral besar juga menjadi faktor yang mendukung reli harga emas,” ucap dia.

Selain emas, harga perak juga melonjak 2,8% menjadi US$ 34,72 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak akhir 2012. Sedangkan harga logam mulia lainnya, yakni platinum naik 2,6% menjadi US$ 1.029,10 per ons, sementara palladium melesat 2,2% ke level US$ 1.074,38./Teg.

By Editor1