Houthi Klaim Tembak Jatuh Pesawat Tempur F-15 Saudi

0
Houthi

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Perseteruan Arab Saudi dengan kelompok Houthi Yaman semakin panas. Terbaru kelompok pemberontak Houthi di Yaman merilis rekaman video yang mengklaim keberhasilan mereka menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah dan mengancam stabilitas pasokan energi global.

Berdasarkan pernyataan resmi dari pihak Houthi, jet tempur canggih buatan Amerika Serikat tersebut dijatuhkan menggunakan sistem rudal darat-ke-udara (surface-to-air missile) buatan lokal. Pesawat jet tersebut disasar saat tengah melakoni “operasi musuh” di wilayah udara Governorat Marib, kawasan barat-tengah Yaman.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh media pemberontak, terlihat citra elektronik saat rudal mengenai sasaran yang diduga kuat sebagai jet tempur. Video tersebut kemudian memperlihatkan sejumlah milisi Houthi tengah memeriksa puing-puing bangkai pesawat di area padang pasir. Salah seorang anggota milisi tampak mengangkat sirip ekor pesawat yang memuat bendera Arab Saudi beserta nomor identifikasi 5539.

Analis militer CNN sekaligus purnawirawan Kolonel Angkatan Udara AS, Cedric Leighton, Kamis (17/9/2026), menilai bahwa tanda dan lambang pada bagian ekor pesawat yang terlihat dalam video memang konsisten dengan armada jet tempur F-15SA milik Arab Saudi. 

“Meskipun demikian, pemerintah Arab Saudi maupun pihak berwenang Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut,” tulis CNN.

Klaim penembakan jatuh jet tempur ini terjadi bersamaan dengan meluasnya konflik regional yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Di Yaman sendiri, milisi Houthi yang disokong Iran terus meningkatkan serangan terhadap pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, sekaligus memperluas wilayah kekuasaan mereka di kawasan strategis.

Beberapa waktu lalu, Houthi berhasil menguasai kota pelabuhan di Laut Merah serta sebuah pulau di dekat jalur perairan penting. Perairan tersebut selama ini menjadi jalur cadangan utama selain Selat Hormuz untuk mengangkut ekspor minyak dan produk kilang dari Arab Saudi ke pasar internasional.

Jika klaim ini terkonfirmasi, insiden ini menjadi kali kedua jet tempur buatan AS berhasil dijatuhkan oleh tembakan musuh sepanjang eskalasi konflik terkini di kawasan tersebut. Sebelumnya, satu unit F-15 Strike Eagle milik Angkatan Udara AS juga dilaporkan sempat dijatuhkan oleh pasukan Iran.

Varian F-15SA yang dioperasikan oleh Arab Saudi merupakan salah satu versi paling modern dari jet tempur mesin ganda tersebut. Mengambil basis dari F-15E Strike Eagle, Arab Saudi tercatat menerima pengiriman unit terakhir dari pabrikan Boeing pada Desember 2020 lalu demi memperkuat pertahanan udara nasional mereka./Ib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *