Ini Pengertian Beras Fortifikasi Serta Bedanya dengan Beras Biasa

0
Ilustrasi Beras Fortifikasi

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Heboh temuan Kementan soal beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan label. Bahkan Kemendag telah secara resmi mencabut 25 merek beras fortifikasi yang tak sesuai.

Beras-beras tersebut belum memenuhi standar fortifikasi, namun sayangnya sudah terlanjur beredar di pasaran. Harga jualnya sangat tinggi, beras yang seharusnya dijual dengan harga 13 ribu per kilo, ada yang dijual dengan harga 57 ribu per kilogram.

Meski begitu, banyak masyarakat yang belum tau apa itu beras fortifikasi yang sekarang jadi perhatian publik.

Berikut Penjelasan Tentang Beras Fortifikasi

Mengacu pada panduan teknisĀ Badan Pangan Nasional (Bapanas), produk ini adalah beras sosoh yang ditambahkan dengan kernel (butiran) beras fortifikan untuk mendapatkan komposisi zat gizi tertentu. Kernel beras fortifikan merupakan butiran beras yang sebelumnya sudah diperkaya dengan zat gizi tertentu. Sementara itu, fortifikasi sendiri berarti menambahkan satu atau lebih zat gizi ke dalam pangan untuk membantu meningkatkan status gizi masyarakat.

Pengertian sederhananya, beras fortifikasi adalah beras yang sudah ditambahkan zat gizi tertentu melalui teknologi pangan untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Jadi, beras jenis ini bukan berarti beras yang dari awal memiliki kandungan vitamin dan mineral lebih tinggi secara alami.

Kandungan tambahannya pun nggak asal-asalan. Dalam beras jenis ini, kandungan nutrisi tambahannya berupa vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan zinc dengan komposisi yang sudah ditentukan. Komposisinya  Semua kandungan ini harus ada dalam setiap 100 gram beras.

Penambahan zat gizi tersebut membuat beras varian ini memiliki nilai tambah dari sisi kandungan mikronutrien. Bapanas menjelaskan bahwa mereka memilih beras sebagai salah satu media fortifikasi karena merupakan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Dengan begitu, mereka berharap bahwa kehadiran beras ini dapat membantu meningkatkan asupan zat gizi mikro tanpa mengharuskan masyarakat mengubah kebiasaan makan secara drastis.

Beda Beras fortifikasi dan beras biasa

Perbedaan antara beras fortifikasi dan beras biasa terletak pada proses dan kandungan gizinya. Beras biasa nggak mendapatkan tambahan vitamin dan mineral melalui proses fortifikasi. Kandungan gizinya utamanya berasal dari karakteristik alami beras dan proses penggilingannya. Sementara itu, beras versi yang diperkaya gizi ini melewati proses fortifikasi khusus. Akibat proses fortifikasi ini, beras menjadi punya zat gizi tambahan yang lebih dari beras biasa.

Perbedaan kandungan gizi ini membuat beras jenis ini punya value lebih ketimbang beras biasa. Beras ini punya kandungan mikronutrien yang mampu meningkatkan asupan vitamin dan mineral melalui makanan pokok yang sudah biasa dikonsumsi. Bukan berarti lebih sehat, tapi dengan mengonsumsi beras ini, sudah banyak asupan gizi kita yang tercukupi. Kalau beras biasa ya belum bisa seperti ini.

Selain perkara proses dan kandungan gizi, perbedaan keduanya ada pada pelabelan atau penyebutan informasi di kemasan. Beras jenis ini wajib hukumnya mencantumkan informasi nilai gizi yang sesuai dengan kandungan produknya. Pencantumannya juga nggak boleh ngasal, harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara harga, baik beras fortifikasi dan beras biasa sebenarnya mirip. Selisihnya pun hanya seribu atau dua ribu. Hanya saja, banyak merek di pasaran yang harganya jauh di atas harga yang seharusnya. Makanya, banyak yang menganggap bahwa beras versi bergizi ini lebih mahal ketimbang beras biasa. Sialnya, harga mahal itu belum tentu dapat beras yang asli. Bisa saja dapat versi palsu yang kandungan zat gizinya nggak sesuai./Ib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *