BEKASI, AKURATNEWS.co – Sektor industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia masih punya daya tarik bagi investor global.
Salah satunya ditunjukkan oleh pasar makanan ringan Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan positif yang didorong dominasi generasi milenial dan gen Z yang mencakup 55 persen populasi.
“Nilai pasar pada 2023 diperkirakan mencapai USD 3,87 miliar, dan diproyeksikan tumbuh 8,13 persen per tahun hingga 2029,” ujar Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di sela pembukaan pabrik baru PepsiCo di Cikarang Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/6).
Hal inilah yang juga mendorong hadirnya PepsiCo memperluas pasarnya di Indonesia dengan menggelontorkan investasi senilai USD200 juta atau sekitar Rp3,3 triliun.
“Kapasitas terpasang pabrik mencapai 24.000 ton per tahun dengan tiga lini produksi aktif, serta menyerap hampir 400 tenaga kerja langsung. Ini bukan sekadar memperkuat industri makanan ringan nasional, tetapi juga mendorong substitusi impor dan membuka pasar lokal lebih luas,” beber Faisol.
Ditambahkan Dirjen Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, investasi PepsiCo ini juga menjadi simbol kepercayaan investor internasional terhadap iklim industri nasional.
“Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga basis produksi kompetitif. Kami terus dorong agar industri makanan ini berorientasi ekspor dan berbasis bahan baku lokal,” ujar Ardika.
Meski saat ini PepsiCo masih mengimpor sebagian bahan baku seperti kentang industri, perusahaan menyatakan niatnya untuk beralih secara bertahap ke bahan baku lokal. Saat ini, bahan baku jagung telah sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri.
PepsiCo Indonesia sendiri memproduksi kembali tiga merek andalannya yakni Lay’s, Cheetos, dan Doritos, yang sebelumnya sempat vakum dari pasar Indonesia.
Masing-masing produk hadir dengan varian rasa khas lokal seperti daging sapi bakar, jagung bakar, rumput laut, ayam goreng bawang, hingga sambal salsa.
“Varian rasa ini hanya ada di Indonesia. Kami sesuaikan dengan cita rasa masyarakat lokal,” ujar Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs and Corporate Communications PepsiCo Indonesia.
Pabrik tersebut tidak hanya menghadirkan produk populer, tetapi juga menekankan kontribusi ekonomi melalui kemitraan dengan 400 petani lokal yang terdiri dari 200 petani kentang dan 200 petani jagung dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kolaborasi ini meliputi pengembangan bibit unggul, pelatihan, serta program peningkatan produktivitas pertanian.
Sementara itu, dari sisi keberlanjutan, pabrik baru PepsiCo diklaim telah menggunakan 100 persen air daur ulang dan energi listrik terbarukan dalam proses produksinya.
Dalam kesempatan ini, CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin menjelaskan, ekspansi ke Indonesia adalah bagian dari rencana jangka panjang perusahaan di kawasan Asia Pasifik.
Ia menilai permintaan konsumen yang dinamis serta dukungan dari pemerintah Indonesia sebagai katalis positif.
“Pabrik ini membuat kami lebih dekat dengan konsumen Indonesia, dan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan PepsiCo di kawasan ini,” tegasnya.
Kini, produk-produk makanan ringan PepsiCo telah tersedia di berbagai gerai ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret, menandai kembalinya Lay’s, Doritos dan Cheetos secara resmi di pasar Indonesia. (NVR)
