TANGERANG, AKURATNEWS.co – Di tengah cepatnya perubahan lanskap digital dan meningkatnya kompetisi di sektor e-commerce, komunitas Dimensi Group kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat literasi bisnis online di Indonesia.

Lewat ajang “Kopdar Dimensi Elite 2” yang digelar pada Rabu, 18 Juni 2025 di Gading Serpong, Tangerang, para pelaku usaha digital saling berbagi strategi mutakhir untuk bertahan dan berkembang.Dimensi Group merupakan komunitas pebisnis online yang terhubung secara daring melalui platform Telegram.

Berdiri sejak 2019 atas inisiasi Menhefari (Uda Ef), pegiat digital marketing asal Solok, komunitas ini kini telah memiliki lebih dari 8.000 anggota aktif dari berbagai sektor usaha. Namun, berbeda dari kebanyakan grup diskusi daring, Dimensi secara rutin menggelar kopi darat atau kopdar setidaknya tiga kali dalam setahun.

Menurut Menhefari, kopdar bukan hanya ajang silaturahmi, melainkan juga forum belajar kolektif.

“Setiap peserta wajib sudah memiliki bisnis dan diminta untuk sharing teknik atau strategi yang masih berhasil dijalankan. Dengan metode ini, satu orang berbagi satu ilmu, dan pulang membawa puluhan ilmu dari peserta lain,” ujar Menhefari.

Berbeda dengan seminar yang menghadirkan pakar sebagai pembicara utama, Kopdar Dimensi Elite 2 menempatkan peserta sebagai narasumber. Sebanyak 30 pelaku bisnis online tampil membagikan pengalaman mereka, mulai dari strategi pemasaran digital, efisiensi operasional, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mempercepat skala bisnis.

Salah satu materi yang menarik perhatian datang dari Adriel Edgard, pendiri aigrowth.id asal Makassar, yang membahas penggunaan AI untuk bisnis online. “AI bukan untuk menggantikan manusia, tapi meningkatkan produktivitasnya. Mulai dari analisis keuangan, membuat konten, hingga menghasilkan gambar atau video produk,” jelasnya. Adriel meyakini, di masa depan, pelaku bisnis yang menguasai AI akan jauh lebih unggul dibanding mereka yang tidak.

Kisah inspiratif juga datang dari Hasan Sanjani, pemilik brand KawanMuslim, produsen jubah anak-anak yang berhasil menjual lebih dari 100.000 pcs dalam setahun.

“Kunci utama adalah repeat order. Kami fokus pada menjaga relasi dengan pelanggan, memberi treatment yang tepat, dan terus berinovasi dalam desain,” kata Hasan.

Ia juga mengakui pentingnya komunitas Dimensi dalam membentuk mindset bisnisnya sejak memulai usaha dengan modal hanya Rp3 juta menjelang pandemi.Sementara itu, Ahmad Putra Andhika, pemilik brand tas kulit dari Garut, tampil sebagai salah satu success story di laman resmi Meta (Facebook/Instagram).

Putra mengungkap keberhasilannya menurunkan biaya akuisisi pelanggan hingga 7% menggunakan fitur Chat to WhatsApp (CTWA) usai mengikuti kunjungan ke kantor Meta di Singapura bersama Dimensi Group.

“Kesempatan itu menjadi titik balik. Dengan fitur CTWA dan iklan yang ditargetkan tepat, kami bisa memaksimalkan budget marketing dan meningkatkan konversi,” tutur Putra, yang juga membagikan teknik suksesnya dalam live streaming di TikTok.

Adriel menilai Dimensi Group sebagai komunitas unik karena berbasis gotong royong ilmu.

“Tidak ada sistem berbayar untuk ikut sharing. Tapi semua wajib siap berbagi. Ini win-win. Ilmu itu berkembang karena dibagi, bukan disimpan,” katanya.

Selain Adriel, hadir pula berbagai pelaku usaha dengan latar belakang beragam seperti Alun Bening (pengguna AI untuk konten visual), Maurisa Angela (personal branding), hingga Jeffry dari Jakarta (manajemen tim).

Mereka menyampaikan berbagai topik praktis seperti optimasi Google Ads, cara riset produk herbal, dan strategi menjual produk digital serta produk fisik di marketplace.Tak kalah menarik, Eko Abufadhlur, seorang ahli pajak dari komunitas ini, membagikan strategi tax planning untuk pelaku UMKM digital. Ada pula Ide Setio, seorang importir, yang membocorkan cara belanja barang impor berkualitas dengan harga sangat kompetitif.

Kopdar Dimensi Group

Dimensi Group bernaung di bawah Yayasan Dimensi Untuk Indonesia, organisasi nirlaba yang fokus pada pemberdayaan ekonomi digital generasi muda. Yayasan ini tidak hanya mendidik pebisnis online, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial seperti mendirikan TK Qur’an gratis di Bogor, menggaji guru MDTA di Solok, serta menyalurkan bantuan modal tanpa bunga untuk UMKM.

Selama 45 bulan terakhir, yayasan ini telah menyalurkan 132 pinjaman usaha senilai Rp3–10 juta per penerima. Pembina yayasan antara lain adalah Komisaris PT Len Industri, Mayjen TNI (Purn) Arkamelvi Karmani, dan Dirut Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada.

Fenomena Dimensi Group menunjukkan bahwa transformasi digital di Indonesia tak hanya bertumpu pada teknologi, tapi juga kekuatan komunitas. Dengan pendekatan belajar kolektif, saling dukung, dan adaptasi teknologi seperti AI, komunitas ini mampu menjadi motor penggerak UMKM digital yang berdaya saing tinggi.

Kegiatan seperti Kopdar Dimensi Elite 2 membuktikan bahwa pengetahuan bukan hanya datang dari pakar, tetapi juga dari pelaku lapangan yang berani berbagi dan terus belajar. Sebuah model yang bisa menjadi inspirasi bagi banyak komunitas bisnis lainnya di tanah air. (NVR)

By editor2