JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pemerintah Indonesia resmi membeli jet China Chengdu J-10 dengan total dana USD 9 miliar atau sekitar Rp 148 triliun.

Pembelian ini diharapkan bisa memperkuat kekuatan udara militer Indonesia untuk melindungi bangsa, negara, dan masyarakat, termasuk di dunia internasional.

Chengdu dalam nama pesawat jet dari China tersebut merujuk pada pabrik yang pertama kali memproduksi sarana militer ini, yaitu Chengdu Aircraft Corporation pada 1996-2024. Saat ini Chengdu J-10 diproduksi Guizhou Aircraft Corporation mulai 2024.

Melansir Detik Travel, Chengdu artinya adalah menjadi metropolis yang mencerminkan perjalanan kawasan hingga menjadi salah satu kota terpenting bagi negara. Chengdu juga punya beberapa sebutan yang dilatari kondisi kota tersebut. Sebutan ini adalah:

Tanah yang kaya: sebutan merujuk pada dataran Chengdu yang punya lahan pertanian produktif dan subur.

Kota brokat: Chengdu dikenal dengan produksi kain brokat sutra berkualitas tinggi selama Dinasti Han berkuasa.

Kota kembang sepatu: sebutan ini muncul akibat aturan raja terdahulu yang mewajibkan seluruh kota ditanami kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis).

Chengdu adalah ibu kota provinsi Sichuan yang terletak di sebelah barat raya China dan berbatasan langsung dengn Tibet. Berikut pesona Chengdu:

Chengdu adalah ibu kota provinsi Sichuan yang terletak di sebelah barat raya China dan berbatasan langsung dengn Tibet. Berikut pesona Chengdu:

Rumahnya panda raksasa

Terkenal dengan makanan pedas

Punya sistem irigasi dan pertanian paling kompleks, sekaligus lahan paling subur

Salah satu kawasan paling penting karena punya gedung pemerintahan

Opera Sichuan adalah kekayaan budaya China yang dikagumi dunia internasional

Dekat dengan salah patung Buddha batu terbesar di dunia.

Terlepas dari posisi Chengdu sebagai produsen pertama pesawat jet Chengdu J-10, kota ini menjadi cermin keseimbangan. Chengdu tidak melalukan alih fungsi lahan sembarangan, sehingga pertanian dan pembangunan gedung jalan beriringan.

Warga Chengdu juga tidak kehilangan identitas meski menjadi kota metropolis./Ib.

By Editor1