JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pihak perbankan, terutama perbankan swasta diminta lebih ramah kepada pelaku industri kreatif Indonesia.
Hal ini digarisbawahi CEO DNA Productions, Rina Novita. Sebagai rumah produksi kreatif yang biasa menyajikan sejumlah film di Tanah Air, pihaknya berharap, selama Covid-19 yang berlangsung selama tiga tahun, dan baru saja berakhir,perbankan swasta memahami kondisi keuangan pelaku industri kreatif masih terdampak.
Diungkapkan Rina, masih ada bank swasta nasional yang malah menililai, keberadaan Covid-19 tidak berdampak di sektor industri kreatif.
“Dampak Covid-19 bagi kami masih sangat terasa. Misalnya, pembayaran dari pihak TV yang tersendat. Oleh karena itu saya minta restrukturisasi hutang kepada pihak bank, tapi malah diancam akan dipailitkan,” ungkap Rina di Jakarta, Rabu (11/10).
Pihaknya sebagai debitur yang punya itikad baik meminta bank swasta sebagai kreditur meminta dapat diberi keringanan.
“Beri kami nafas. Saya juga tidak akan lari. Kasih waktu, kita lagi untuk bangkit,” tandas Rina.
Ia pun telah bersurat kepada DPR, OJK dan Kemenparekraf untuk meminta perlindungan hukum.
“Kami telah meminta bersurat ke OJK, DPR dan Kemeparekraf,” beber Rina.
Ia pun meminta industri kreatif diperhatikan oleh negara, salah satunya dari sisi kemudahan perbankan.
“Jangan sampai terperosok ke pinjol. Banyak kawan-kawan di industri kreatif yang kejerat pinjol, bunganya bisa 10 persen,” ungkapnya.
Rina pun berharap, pihak bank tidak hanya mengikuti aturan perbangkan yang berlaku, seperti seketika akan memailitkan debitur.
“Saya hanya minta negoisasi terlebih dahulu. Syukur-syukur ada restrukturisasi hutang. Kalau pihak bank bersikukuh memailitkan perusahaan, saya akan mengambil langkah strategis lainnya. Jangan sampai saya dimiskinkan oleh perbankan,” pungkasnya. (NVR)
