JAKARTA, AKURATNEWS.co  – Setelah sempat merayakan sisi penuh semangat dan berwarna dalam babak sebelumnya, Mamiu, melalui lagu ‘Menarilah dengan Jiwamu’, Isyana Saravati kembali melanjutkan perjalanan kreatifnya menuju album kelima, EKLEKTIKO.

Perjalanan babak ketiga yang diberi nama Cecilia, ditandai dengan peluncuran single terbarunya berjudul “I’m on My Way”, yang secara transparan memperlihatkan sisi paling reflektif dari pergulatan batin Isyana.

Ini bukan sekadar lagu biasa, melainkan komposisi pertama yang lahir dari periode “EKLEKTIKO”, diciptakan Isyana pada awal 2024. Kala itu, ia berada di tengah proses pencarian jati diri yang intens.

Lagu ini menjelma menjadi semacam doa musikal, mengisahkan kerinduan, perjalanan jiwa, serta bentuk penyerahan seorang manusia kepada Sang Pencipta.

Bagi Isyana, semua pengalaman hidup, baik berupa anugerah maupun penderitaan, adalah bagian dari perjalanan pulang menuju Tuhan.

“Lagu ini lahir dari momen penuh air mata. Aku merasa bersyukur karena berkat menulis lagu ini aku bisa kembali merasa, mengalami dunia, dan merasa ‘hidup’ kembali,” kata Isyana melalui siaran persnya, Jumat, 17 Oktober.

“I’m on My Way” diproduksi dan ditulis sendiri oleh Isyana menampilkan aransemen pop yang lembut namun terasa emosional. Isyana turut menggandeng Lafa Pratomo untuk memperindah lagu ini dengan sentuhan aransemen string. Perpaduan ini menghasilkan komposisi yang megah, namun sekaligus terasa sangat personal, beresonansi kuat dengan nuansa spiritualitas yang mendalam.

Lagu ini merupakan representasi audio dari Cecilia, persona baru Isyana yang digambarkan misterius, feminin, dan penuh kesadaran serta kebijaksanaan. Secara simbolis, Cecilia mewakili refleksi terdalam Isyana tentang makna hidup, bagaimana pengalaman-pengalaman duniawi telah membentuk kesadaran dan peran yang ia jalani saat ini.

Kisah spiritual dalam lagu ini juga diwujudkan secara visual melalui video musik yang digarap oleh Dani Huda. Mengambil latar di Gunung Agung, Bali, khususnya di Savana Tianyar, video ini mengusung dua konsep besar: Manunggaling Kawula Gusti dan Divine Feminine.

Konsep pertama melambangkan penyatuan antara hamba dan Tuhan, sebagai wujud penyerahan diri total kepada kehendak Ilahi. Sementara itu, Divine Feminine menggambarkan energi feminin yang luhur, identik dengan kasih, kreativitas, dan harmoni dengan alam semesta.

Pemilihan Gunung Agung sendiri sangat esensial karena maknanya yang sakral sebagai simbol keagungan Tuhan dan alam semesta. Di sisi lain, hamparan savana menjadi ruang peleburan antara kawula (hamba) dan Gusti (Tuhan)—menyimbolkan inti penyatuan spiritual yang diangkat oleh lagu ini.

Melalui “I’m on My Way,” Isyana Sarasvati mempersembahkan babak paling introspektif dan pribadi dalam “EKLEKTIKO”. Karya ini bukan sekadar musik, melainkan sebuah narasi perjalanan menuju kesadaran, penyembuhan, dan ketenangan jiwa yang terus berlanjut.

Babak Cecilia sendiri dijadwalkan akan berlanjut dengan sejumlah lagu lain yang direncanakan rilis pada Desember mendatang, menjelang peluncuran penuh album “EKLEKTIKO” di tahun 2026./Eds.

By Editor1