PHNOM PENH, AKURATNEWS – Pameran terpadu perdagangan, pariwisata dan pendidikan bertajuk Indonesian Trade and Tourism Promotion (ITTP) ke-14 baru saja digelar KBRI Phnom Penh pada 4-6 Agustus 2023 di Diamond Island Convention and Exhibition Center, Phnom Penh.
Dalam pameran terpadu tersebut, hadir 19 peserta pameran dari Indonesia dan 25 peserta yang merupakan distributor dan importir produk-produk Indonesia dan para pemilik usaha kuliner Indonesia di Kamboja.
ITTP ke-14 dibuka bersama oleh Chhuon Dara, Minister Delegates Attached to the Prime Minister and Secretary of State Kementerian Perdagangan Kamboja, Thong Rathasak, Secretary of State Kementerian Pariwisata Kamboja, dan Lauti Nia Astri, Kuasa Usaha Sementara KBRI Phnom Penh.
Dalam sambutannya, Chhuon Dara menyampaikan penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin baik dengan Indonesia dalam bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Angka perdagangan Indonesia-Kamboja pada 2022 adalah USD 948 juta.
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Kamboja mencapai USD 911 juta sedangkan impor Kamboja mencapai USD 37 juta. Kamboja mengimpor batubara, tembakau, traktor, biji-bijian, obat-obatan, mesin, minyak atsiri, grafit buatan dll.
Sedangkan impor utama Indonesia dari Kamboja adalah garmen dan alas kaki. Chhuon Dara menyampaikan agar hubungan perdagangan kedua negara terus dapat ditingkatkan. Sedangkan Thong Rathasak menyampaikan harapan agar ITTP ke-14 semakin meningkatkan hubungan pariwisata antara kedua negara.
KUAI RI menyampaikan bahwa tema ITTP ke-14 yaitu ‘Strengthen Cooperation Through Collaboration’ mencerminkan tekad Indonesia untuk lebih memperkuat, memperdalam, dan meningkatkan hubungan dengan Kamboja di bidang perdagangan, pariwisata, pendidikan tinggi, seni dan budaya.
Gelaran ITTP kali ini menghadirkan para partisipan dari bidang consumer goods, furniture, digital content, farmasi, konstruksi, wisata, dan pendidikan tinggi yang menawarkan berbagai jenis beasiswa bagi pelajar Kamboja. Komitmen Indonesia untuk menjadi mitra terpercaya Kamboja juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan PM Hun Sen di sela-sela KTT ASEAN di Labuan Bajo, Mei lalu. Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam pembangunan Kamboja.
Gelaran ITTP ke-14 ini berhasil membukukan sejumlah komitmen perdagangan antara lain dengan penandatanganan 3 MoU Kesepakatan Dagang antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan Ung Kheang Group Co., Ltd., PT Wahyu Bunga Nusantara dengan TrueHome Co., Ltd. dan PT. Kimia Farma dengan K-1000 Trading Co. Ltd.
Adapun nilai transaksi langsung (on-site sales) selama 3 hari pameran diperkirakan mencapai USD 22.000 dengan total transaksi potensial mencapai USD 1 juta, khususnya dari produk minyak goreng, furniture, farmasi, makanan olahan dan paket perjalanan wisata. Jumlah keseliruhan pengunjung dalam 3 hari kegiatan diperkirakan mencapai 3500 orang.
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Bina Nusantara University yang mewakili sektor pendidikan tinggi mendapatkan kesempatan untuk memaparkan berbagai kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan beasiswa kampus yang dapat diperoleh para pelajar Kamboja. Tercatat minat lebih dari 48 pelajar Kamboja untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi di kedua universitas tersebut.
ITTP adalah kegiatan promosi terpadu yang secara rutin dilakukan setiap tahun oleh KBRI Phnom Penh sejak 2006. Pelaksanaan ITTP sempat terhenti tiga tahun karena pandemi Covid-19 dan baru diadakan kembali pada 2023.
ITTP lebih dari sekedar pameran perdagangan dan promosi wisata melainkan juga ajang mempromosikan budaya, kesenian dan kuliner Indonesia yang melibatkan partisipasi diaspora Indonesia dan masyarakat Kamboja yang memiliki keterikatan dan ketertarikan dengan Indonesia. Penyelenggaraan ITTP diharapkan dapat turut memberikan kontribusi positif bagi upaya pemulihan ekonomi nasional. (NVR)
