JAKARTA, AKURATNEWS.co –  Jangan pernah sepelekan terong, pasalnya sayuran yang satu ini mengandung  beragam nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh, baik terong ungu, terong hijau, maupun terong belanda.

Selain itu, terong juga bisa menjadi bagian dari cara detox tubuh alami karena sifat antioksidannya dapat membantu melawan radikal bebas yang menjadi pemicu berbagai penyakit. Meski begitu, ada beberapa jenis penyakit yang tidak boleh makan terong, sehingga penting untuk memahami kondisi tubuh masing-masing.

Kandungan Nutrisi

Terong adalah sayuran rendah kalori yang kaya akan berbagai vitamin,mineral, serta serat penting untuk tubuh. Di dalamnya terkandung nutrisi seperti mangan, folat, Vitamin B1, B6,B3, Vitamin C dan Vitamin K yang mendukung kesehatan jantung kita.

Berikut kandungan gizi dalam 100 gram terong mentah:

  • Kalori: 26
  • Karbohidrat: 5,4 gram
  • Serat: 2,4 gram
  • Protein: 0,85 gram
  • Mangan: 0,106 mg
  • Kalium: 222 mg

Berikut Manfaat Terong untuk Kesehatan:

1. Kaya Akan Nutrisi Penting

Sayur terong mengandung banyak nutrisi seperti serat, kalium, mangan,Vitamin B kompleks, magnesium, dan tembaga. Nutrisi ini penting untuk menjaga metabolisme, menyeimbangkan cairan tubuh, serta mendukung fungsi saraf dan otot.

Selain itu, nutrisi tersebut juga berperan dalam meningkatkan energi harian serta membantu memperkuat daya tahan tubuh. Mengonsumsi terong secara rutin bisa menjadi cara alami untuk melengkapi kebutuhan mikronutrien harian.

2. Sumber Antioksidan Alami

Terong mengandung antioksidan kuat seperti nasunin dan chlorogenic acid. Senyawa ini membantu melindungi sel dari stres oksidatif yang bisa mempercepat penuaan.

Dengan kandungan ini, terong bisa menjadi salah satu makanan alami yang membantu menjaga elastisitas kulit dan menurunkan risiko peradangan. Antioksidan yang melimpah juga berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Khasiat terong ungu terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan mencegah oksidasi kolesterol jahat. Kandungan seratnya juga membantu menjaga tekanan darah dan sirkulasi tetap optimal.

Manfaat terong ungu untuk kesehatan jantung dapat meningkatkan pembuluh darah dengan memperkuat dinding arteri. Jika dikombinasikan dengan pola makan sehat, manfaat ini bisa membantu menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Serat dan polifenol dalam terong memperlambat penyerapan gula di usus, menjaga kadar glukosa tetap stabil. Ini membuat terong bagus untuk penderita diabetes atau bagi siapa pun yang sedang menjalani pola makan rendah gula.

Selain itu, konsumsi terong secara rutin juga dapat mendukung sensitivitas insulin. Hal ini membantu tubuh memanfaatkan gula darah dengan lebih efektif, sehingga risiko lonjakan gula darah bisa ditekan.

5. Mendukung Program Penurunan Berat Badan

Kalori yang rendah dan kandungan serat tinggi membuat terong cocok untuk diet. Terong memberikan rasa kenyang lebih lama. Manfaat terong ungu untuk wanita yang sedang menjalani program diet sangat terasa di sini.

Ditambah lagi, dapat mengolah terong dengan berbagai cara tanpa perlu banyak minyak, sehingga tetap rendah kalori. Hal ini membuatnya ideal sebagai menu sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan secara bertahap.

6. Berpotensi Mencegah Kanker

Senyawa SRGs (solasodine rhamnosyl glycosides) dalam terong dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Meskipun penelitian masih dalam tahap awal, mengonsumsi terong secara rutin bisa menjadi langkah awal untuk pencegahan penyakit kronis.

Sifat antioksidan dan antiinflamasi pada terong juga mendukung fungsi ini dengan mengurangi kerusakan DNA akibat radikal bebas. Jika dengan pola hidup sehat, terong bisa menjadi tambahan penting dalam upaya pencegahan kanker.

7. Menjaga Kesehatan Otak

Nasunin, antioksidan unik dalam kulit terong, membantu melindungi membran sel otak dari kerusakan. Ini membantu mempertahankan konsentrasi dan daya ingat, khususnya pada lansia. Tak heran, manfaat terong ungu untuk pria dan wanita lansia sangat besar dalam menjaga fungsi kognitif.

Konsumsi terong secara teratur juga dikaitkan dengan meningkatnya aliran darah ke otak. Hal ini dapat mendukung fungsi saraf sekaligus mengurangi risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

8. Mendukung Kesehatan Kulit

Kandungan vitamin dan antioksidan dalam terong juga baik untuk kulit. Mereka membantu mengurangi kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi.

Selain itu, sifat melembapkan dari terong dapat menjaga kulit tetap kenyal dan sehat. Konsumsi rutin bisa membantu mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan kulit kusam.

9. Menjaga Saluran Pencernaan

Terong kaya akan serat tidak larut yang membantu melancarkan BAB dan mencegah sembelit. Sistem pencernaan yang sehat adalah bagian penting dari cara membuang racun dalam tubuh secara efisien dan alami.

Kandungan air pada terong juga cukup tinggi, sehingga membantu melunakkan feses dan menjaga kelembapan usus. Kombinasi ini membuat terong sangat baik untuk kesehatan pencernaan jangka panjang.

10. Mudah Dikonsumsi dan Variatif

Manfaat sayur terong juga terletak pada fleksibilitasnya. Terong bisa dipanggang, dikukus, direbus, atau ditumis, menjadikannya bahan masakan yang mudah disesuaikan dengan menu sehat harian.

Keunggulan lainnya, terong dapat menjadi perpaduan dengan berbagai bumbu tradisional maupun modern tanpa kehilangan khasiatnya. Hal ini menjadikan terong pilihan praktis untuk konsumsi harian dalam gaya hidup sehat.

Potensi Efek Samping

Meskipun terong memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan efek samping makan terong ungu. Salah satu risikonya adalah reaksi alergi, meski kasus ini tergolong jarang terjadi.

Beberapa orang bisa mengalami gejala seperti gatal-gatal, ruam kulit atau pembengkakan setelah mengonsumsi terong. Reaksi ini biasanya muncul pada individu yang memiliki sensitivitas terhadap makanan dari keluarga nightshade, seperti tomat, kentang, dan paprika.

Terong juga mengandung zat alami yang disebut oksalat, yaitu senyawa tanaman yang dibuang tubuh melalui ginjal. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, oksalat bisa menumpuk dan meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, terutama pada orang yang memiliki gangguan ginjal.

Selain itu, terong juga mengandung alkaloid, senyawa yang dapat memicu peradangan pada beberapa individu, terutama mereka yang memiliki kondisi inflamasi seperti arthritis. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan takaran konsumsi terong agar tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan./Ib. Dilansir dari Ciputra Hospital.

By Editor1