JAKARTA, AKURATNEWS.co – Gaung soal industri musik video Indonesia yang segera punya ‘rumah’ sendiri terus digemakan.
Adalah sutradara videoklip Oleg Sanchabakhtiar yang kini menjadi Creative Director dan Foundet Indonesian Music Video Awards (IMVA) 2026-2027 kembali menggemakan ajang ini dalam diskusi media dan pameran videografi di Jakarta, Sabtu (15/).
Seperti diketahui, selama ini musik video seperti cuma jadi “anak tiri”. Ada AMI buat musisinya, ada FFI buat filmnya.
Dan kini, IMVA hadir buat ngapresiasi orang-orang di balik layar: mulai dari sutradara, DOP, editor, art director, stylist, sampai penata cahaya.
“Musik video bukan lagi pelengkap. Sekarang orang dengerin lagu sambil nonton visualnya. IMVA hadir sebagai ruang apresiasi dan pengembangan industri,” ujar Oleg.
Bedanya dengan ajang lain, IMVA menggunakan sistem kurasi bulanan. Video yang rilis sejak September 2022 dan tayang di YouTube bisa daftar di website resmi. Dan pemenang tiap bulan bakal ketemu lagi di Grand Final Piala Swaradrisya 2027.
Penilaiannya juga detail. Tak cuma lihat videonya bagus apa nggak, tapi per peran, seperti editingnya, lightingnya, stylingnya, semuanya diapresiasi.
Isu penggunaan Artifical Intellegcy (AI) juga dibahas dalam diskusi bareng fotografer Firdaus Fadil dan Dion Momongan.
IMVA sendiri membuka karya berbasis AI, dengan catatan wajib melampirkan prompt.
“AI memudahkan, tapi jangan sampai kita serahkan dan kehilangan adab, rasa dan jiwa dalam berkarya,” tegas Oleg.
Rangkaian IMVA ini masuk ke program Cipta Suara Indonesia (CSI). Dimana mulai September – Oktober 2026 bakal ada workshop, kelas kreatif, dan forum kolaborasi. Puncaknya di Piala Swaradrisya 2027.
Targetnya pun nggak main-main. Mendorong karya Indonesia bisa tembus festival musik video internasional.
Pamungkas, Oleg punya pesan buat Gen Z dari Oleg dalam berkarya
“Banyak referensi, banyak akses. Tinggal pilih arah karya sesuai hati,” pesan sutradara videoklip ‘Kidung Mesra’ milik KLa Project ini.
Diskusi yang juga pameran videografi ini mengulas kolaborasi fotografer dan video director dalam karya musik.
Ruang ini menjadi semacam persinggahan bagi para musisi, fotografer, videografer, dan kreator visual untuk bertemu, bertukar gagasan, serta melihat kembali bagaimana musik Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam bahasa gambar. (NVR)
