WASHINGTON DC, AKURATNEWS.co – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengumumkan mengundurkan diri dari Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024 yang bakal digelar 5 November mendatang.

Kabar pengunduran ini disampaikan Joe Biden lewat media sosial. Ia mengatakan, ini merupakan keputusan terbaik bagi Partai Demokrat selaku partai pengusungnya dan juga bagi negara.

“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk melayani sebagai presiden Anda. Meskipun niat saya adalah mencalonkan diri kembali, saya yakin demi kepentingan terbaik partai dan negara saya jika saya mundur dan hanya memenuhi tugas saya sebagai presiden selama sisa masa jabatan,” demikian pernyataan Joe Biden.

Biden kemudian memastikan akan berbicara secara mendetail kepada publik tentang pengunduran dirinya pada minggu ini. Ia tidak lupa memberikan apresiasi kepada Kamala Harris yang telah mendampinginya sebagai Wakil Presiden AS selama masa jabatannya.

“Saya ingin berterima kasih kepada Wakil Presiden Kamala Harris karena telah menjadi mitra yang luar biasa dalam semua pekerjaan ini,” sebutnya.

“Dan izinkan saya mengungkapkan penghargaan saya yang tulus kepada rakyat Amerika atas kepercayaan yang Anda berikan kepada saya,” ucap Biden.

Wakil Presiden AS saat ini, Kamala Harris disebut-sebut menjadi calon paling kuat sebagai pengganti Biden dalam Pilpres AS.

Tujuh pejabat senior yang tergabung dalam tim kampanye Biden, Gedung Putih, dan Komite Nasional Demokrat menilai Harris merupakan kandidat alternatif paling berpeluang maju di pilpres nanti.

Penilaian ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada Selasa (16/7), elektabilitas Harris sebesar 44 persen, setara dengan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump. Dengan demikian, Harris memiliki kapabilitas untuk bersaing dengan Trump jika pada akhirnya Partai Demokrat benar-benar tak mengusung Biden sebagai capres AS.

Keputusan Biden mundur dari Pilpres AS 2024 ini seperti diberitakan Reuters, Minggu (21/7) muncul setelah Partai Demokrat kehilangan kepercayaan terhadap kondisi mental dan kemampuannya mengalahkan pesaingnya, Donald Trump.

Para petinggi Partai Demokrat cemas dan sempat berupaya membujuk Joe Biden untuk membatalkan rencananya mencalonkan diri lagi di pilpres tahun ini. Desakan Demokrat kepada Biden ini datang menyusul performa politik sang presiden yang disebut semakin menurun selama masa kampanye, terutama pasca debat perdana dengan rivalnya, Donald Trump, pada 24 Juni lalu.

Penampilan Biden dalam debat itu membuat Partai Demokrat khawatir bahwa sang presiden mungkin tidak cukup sehat untuk menjalani masa jabatan kedua.

Elektabilitas Trump juga terus mengungguli Biden dalam sebagian besar jajak pendapat pemilu selama ini. Insiden penembakan Trump juga disebut semakin menguntungkan sang mantan presiden dalam pemilu kali ini. (NVR)

By Editor1