MAKKAH, AKURATNEWS.co – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif.

Pada musim haji 2025 ini, Kemenag melibatkan penyandang disabilitas sebagai petugas haji, termasuk dua Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), yakni Dante Rigmalia dan Deka Kurniawan.

Keduanya bertugas memberikan pendampingan kepada jemaah lansia dan penyandang disabilitas, serta mengedukasi petugas haji lainnya tentang pelayanan yang ramah dan inklusif. Dante, yang juga merupakan penyandang disabilitas, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kemenag atas kesempatan yang diberikan.

“Terima kasih telah memberikan kesempatan bagi kami penyandang disabilitas untuk menjadi petugas haji dan ikut berperan menyukseskan penyelenggaraan haji,” ujar Dante saat bertemu dengan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, di Makkah.

Muchlis menyambut positif keterlibatan KND dalam tim PPIH, dan menegaskan pentingnya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah lansia dan disabilitas, yang menurutnya merupakan sumber keberkahan.

“Mereka adalah dhuafa dalam arti memiliki keterbatasan dan memerlukan dukungan dari sekitarnya,” jelas Muchlis.

Kehadiran KND diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan kepada para petugas haji dalam menyikapi kebutuhan khusus jemaah, sekaligus memperkuat implementasi tagline “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas” yang diusung Kemenag tahun ini.

KND turut mengapresiasi langkah-langkah konkret Kemenag dalam melayani jemaah dengan kebutuhan khusus, termasuk penerapan skema Murur, Safari Wukuf, dan Tanazzul saat puncak ibadah haji bagi jemaah yang sakit, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Terobosan ini menunjukkan perspektif yang kuat dan keberpihakan yang tinggi dalam memenuhi hak penyandang disabilitas,” tutur Dante. (Da_Bon/Fjr) | Foto: Istimewa

By Editor1