JAKARTA, AKURATNEWS.co – Beberapa hari ini, beredar berita jika janji kampanye paslon nomor urut dua, Prabowo-Gibran soal makan dan susu gratis butuh waktu empat tahun untuk program mencapai target 82,9 juta warga. Hal ini banyak diartikan jika program makan dan susu gratis ini baru akan direalisasikan pada 2029.
Ketua Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono menerangkan, secara realistis, dalam hitungan pihak TKN, butuh waktu empat tahun agar program tersebut dapat dirasakan 82,9 juta warga.
“Dalam hitungan kami, target 82,9 juta penerima manfaat program ini baru bisa tercapai pada 2029. Jadi kami punya waktu untuk menyiapkan anggarannya, baik dari efisiensi, peningkatan penerimaan anggaran, atau sumber lainnya,” kata Budi, Senin (4/12/2023) lalu.
Pernyataan Budisatrio inilah yang dijadikan acuan jika program itu baru akan direalisasikan pada 2029.
Terbaru, Budisatrio pun langsung membantah jika program ini baru terlaksana pada 2029. Ia menegaskan, program itu akan dijalankan langsung setelah nantinya Prabowo dan Gibran dilantik jika menjadi presiden dan wakil presiden terpilih.
“Isu yang menyebutkan program makan siang dan susu gratis baru dijalankan pada 2029 itu tidak benar. Program ini adalah program utama Prabowo-Gibran dan langsung akan dijalankan setelah Pak Prabowo dan Mas Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden,” kata Budisatrio dalam keterangan tertulis, Jumat (16/2).
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini menilai isu tersebut merupakan disinformasi yang sengaja disebarkan di masa tenang. Dia mengungkit pernyataan yang menurutnya tidak disampaikan ulang secara utuh.
“Pernyataan saya di awal bulan Desember dipotong dan dihilangkan konteksnya, seolah-olah saya menyatakan bahwa Program Makan Siang dan Susu Gratis baru terlaksana pada 2029. Padahal yang benar adalah, Program Makan Siang Gratis baru mencapai target maksimalnya menjangkau 82,9 juta anak pada 2029,” bebernya.
Budisatrio menjelaskan program itu dijalankan secara bertahap sesuai dengan prioritas. Dia mengatakan program makan siang dan susu gratis tak langsung diberikan kepada sebanyak 82,9 juta anak pada 2025.
“Ada misinformasi terkait proses. Yang benar adalah program ini tetap akan berjalan sejak awal Prabowo Gibran dilantik, namun dilaksanakan secara bertahap, dan dengan skala prioritas. Jadi tidak langsung 82,9 juta anak langsung mendapatkan program ini pada tahun 2025. Daerah yang paling memungkinkan dan membutuhkan akan diprioritaskan terlebih dahulu pada tahun pertama,” jelasnya.
Budisatrio melanjutkan, program itu akan terus dimajukan pada tahun berikutnya. Dengan begitu, kata dia, program itu baru akan berjalan maksimal pada tahun terakhir periode jabatan presiden.
“Lalu di tahun-tahun berikutnya, 2026, 2027, dan seterusnya jumlahnya akan terus ditambah. Sehingga mencapai target maksimal 82,9 juta anak akan menerima Program Makan Siang dan Susu Gratis pada tahun 2029. Nah, pernyataan saya di bagian ini yang dipotong dan dihilangkan,” kata Budisatrio.
Walau sudah memastikan program ini akan jalan usai Prabowo-Gibran dilantik, namun yang pasti, program ini bakal memangkas anggaran subsidi BBM.
Dipaparkan Wakil Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan dana subsidi energi selama dua hingga tiga bulan ke depan, setelah menjabat pada Oktober mendatang.
Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan. Ia menilai 80 persen dari dana subsidi BBM yang mencapai Rp350 triliun, tidak tepat sasaran.
“Kami juga akan menemukannya (biaya program Prabowo) dengan mengurangi subsidi, subsidi yang tidak perlu. Saat ini kita sedang melihat subsidi energi sebesar Rp350 triliun, dimana 80 persen ditargetkan untuk mereka yang tidak memenuhi syarat untuk menerima subsidi. Sehingga kami akan menyesuaikan jumlah subsidi dari subsidi yang sebenarnya,” ,” kata Eddy dalam wawancara di Bloomberg Television, Kamis (15/2).
Ia juga menuturkan pemerintahan Prabowo bakal meningkatkan rasio pajak untuk membiayai sejumlah program. Eddy mencatat, penerimaan pajak Indonesia hanya setara dengan sekitar 10 persen produk domestik bruto (PDB). Angka ini, kata dia, terlampau kecil jika dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara yang memiliki rasio sebesar 14 persen.
Untuk diketahui, program makan siang dan susu gratis yang menyasar sekitar 82,9 juta orang yang berasal dari tiga golongan masyarakat, pertama, 74,2 juta anak sekolah alias murid. Kedua, 4,3 juta santri. Ketiga, 4,4 juta ibu hamil.
Program makan siang dan susu gratis masuk dalam ‘8 program hasil terbaik cepat’ dalam visi dan misi Asta Cita yang diusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Program itu digagas guna mengentaskan stunting di Indonesia. (NVR)
