JAKARTA, AKURATNEWS.co – Profesional senior Mashudi Benarto akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi terbuka terkait sejumlah pemberitaan lama yang masih beredar di dunia maya dan dianggap merugikan dirinya serta keluarganya.

Klarifikasi ini disampaikan Mashudi sebagai upaya meluruskan informasi publik, terutama mengenai status pernikahannya dan persepsi keliru yang timbul akibat jejak digital yang tidak lagi relevan.

Dalam pernyataannya, Mashudi menegaskan bahwa artikel-artikel lama yang masih dapat diakses di internet tidak mencerminkan kondisi sebenarnya saat ini, dan justru memberikan gambaran yang salah kepada publik. Terutama, kata dia, informasi tersebut masih mengaitkan dirinya dengan pernikahan masa lalu yang penuh drama, dan telah lama berakhir.

“Saya buka hal ini karena ingin meluruskan bahwa setelah istri pertama saya meninggal dunia pada tahun 2014, saya menikah lagi pada akhir 2017 dan bercerai pada 2019. Tapi beberapa artikel lama tersebut mengesankan seolah-olah saya masih menikah dengan orang tersebut tidak benar,” ujar Mashudi di Jakarta, Selasa (5/8).

Ia menekankan, sejak 18 Juni 2024, ia telah menikah secara sah dengan Elvi Cahyani, sosok yang kini menjadi pendamping hidupnya. Ia pun menyayangkan masih munculnya jejak digital yang menyesatkan dan menimbulkan persepsi keliru, bahkan berpotensi mencemarkan nama baik keluarga besarnya.

“Saya berharap supaya ketika ada yang mencari nama saya di Google atau media sosial, yang muncul adalah klarifikasi ini, bukan cerita lama yang tidak sesuai kenyataan. Hal ini sangat merugikan saya, istri saya sekarang, dan keluarga besar kami,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mashudi juga menyampaikan keterbukaannya bekerja sama dengan media dan profesional di bidang manajemen reputasi digital. Menurutnya, penting untuk menyajikan narasi yang akurat, berimbang, dan terkini di tengah cepatnya penyebaran informasi yang kerap tidak diverifikasi ulang oleh publik.

Ia mengaku tidak bermaksud menghapus masa lalu, tetapi ingin memastikan bahwa informasi yang beredar saat ini mencerminkan fakta dan tidak terus menyeret kehidupan pribadinya ke dalam kesimpangsiuran.

“Saya tetap menghargai masa lalu, tapi sudah saatnya informasi yang tersedia tentang saya mencerminkan siapa saya hari ini, baik secara profesional maupun pribadi,” kata Mashudi.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menyebarkan atau mengutip informasi lama tanpa konteks. Dalam era digital yang sangat cepat, kesalahan informasi tidak hanya bisa menyesatkan publik, tetapi juga menyakiti individu yang menjadi subjeknya.

Mashudi berharap langkahnya ini menjadi contoh bagi siapa pun yang merasa dirugikan oleh jejak digital, untuk tidak ragu berbicara dan mengambil tindakan yang proporsional demi menjaga martabat dan kebenaran informasi.

“Ini bukan hanya soal saya, ini soal hak setiap orang untuk tidak diadili berdasarkan cerita yang sudah selesai, apalagi yang tak sesuai kenyataan,” ujarnya.

Hingga kini, Mashudi masih aktif bekerja di institusinya dan tetap dipercaya oleh lingkungannya sebagai sosok profesional yang berintegritas. (NVR)

By editor2