JAKARTA, AKURATNEWS.co – Shell yang selma ini diknal sebagai perusahaan minyak dan gas,  kini merambah dunia otomotif masa depan dengan terobosan teknologi baru yang menjanjikan pengisian daya mobil listrik super cepat.
Mengutip laporan TopGear, Kamis, 11 September, untuk teknologi ini Shell bekerja sama dengan perusahaan rekayasa dan motorsport asal Inggris, RML Group. Kini Shell telah mengembangkan cairan manajemen termal khusus yang mampu membuat baterai mobil listrik terisi penuh dalam waktu kurang dari 10 menit.
Teknologi ini bekerja dengan mengisi celah-celah kecil dalam baterai 34kWh dengan cairan termal ‘gas-ke-cair’ (gas-to-liquid). Cairan eksklusif ini berfungsi menjaga suhu sel baterai tetap dingin, sehingga mampu menahan aliran listrik yang sangat tinggi saat pengisian daya.
Hasilnya, Shell mengeklaim bahwa baterai yang menggunakan cairan ini dapat terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Shell juga memperkirakan, jika kombinasi baterai dan cairan khusus ini dipasang pada mobil yang “dirancang ringan dan aerodinamis dengan efisiensi 10km/kWh, maka setiap menit pengisian daya dapat menambah jangkauan sejauh 24 kilometer.
Meskipun demikian, ada catatan penting yang harus diperhatikan. Angka efisiensi 10km/kWh (setara 6.2 mpkWh) saat ini belum bisa dicapai oleh mobil listrik yang dijual di pasaran. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang besar untuk industri otomotif dalam mengembangkan mobil yang ringan dan aerodinamis agar teknologi ini bisa diterapkan secara optimal.
Namun, terlepas dari tantangan tersebut, langkah ini adalah kemajuan yang sangat menjanjikan. Pengisian daya yang cepat, andal, dan konsisten adalah kunci untuk mempercepat adopsi mobil listrik. Seperti yang diungkapkan oleh Robert Mainwaring, insinyur utama proyek ini dari Shell.
“Ambisi kami adalah menunjukkan bagaimana Shell EV-Plus Thermal Fluids dapat mendukung pengurangan signifikan dalam waktu pengisian daya tanpa mengorbankan integritas dan masa pakai sel baterai,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan memanfaatkan solusi manajemen termal canggih, Shell yakin hal ini akan membuka jalan bagi generasi baru kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan, efisien, dan hemat biaya./Ib.
