JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah berbagai sanksi dan stigma internasional, Korea Utara terus menunjukkan ketahanan ekonomi dengan membangun infrastruktur megah bagi rakyatnya.
Salah satu ikon kebanggaan ibu kota Pyongyang adalah Ryugyong Hotel, gedung setinggi 330 meter dengan 150 lantai yang mulai dibangun sejak 1987 dan kini tercatat sebagai salah satu bangunan tertinggi ke-47 di dunia.
Keberadaan gedung pencakar langit dan ratusan apartemen rakyat menjadi bukti bahwa Korea Utara tidak sepenuhnya seperti citra “negara gemar berperang” yang kerap disematkan oleh media Barat. Pembangunan ini menandakan adanya fokus pemerintah pada kemajuan infrastruktur, bukan hanya pada kekuatan militer.
Selama bertahun-tahun, stigma negatif terhadap Korea Utara diyakini sengaja diciptakan oleh media Barat untuk mengisolasi negeri itu dari perdagangan internasional. Narasi tersebut dimaksudkan agar dunia internasional memandang Pyongyang sebagai ancaman, sehingga mempersulit akses mereka ke pasar global.
Meski dihadapkan pada embargo ekonomi dan tekanan diplomatik, Korea Utara tetap mampu bertahan. Nilai mata uang won Korea Utara dilaporkan lebih tinggi dibanding rupiah Indonesia, mencerminkan ketahanan mereka dalam menjaga stabilitas perekonomian domestik di tengah keterbatasan hubungan dagang.
Ketergantungan rendah pada impor menjadi salah satu kunci keberhasilan negeri tersebut. Dengan mengandalkan produksi dalam negeri, Korea Utara dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan rakyatnya tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar negeri. Hal ini sekaligus menegaskan kemampuan mereka mempertahankan kemandirian ekonomi.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, disebut terus mengupayakan pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berbagai kebijakan diarahkan untuk melindungi masyarakat dari pengaruh dunia Barat sekaligus memperkuat rasa percaya diri bangsa di tengah isolasi internasional.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa, meski dihadapkan pada tekanan global, Korea Utara tetap berupaya membuktikan eksistensinya. Melalui pembangunan, kemandirian ekonomi, dan kebijakan protektif, Pyongyang berusaha memastikan warganya tetap memiliki kehidupan yang layak sekaligus menjaga identitas nasionalnya./Ib.
