JAKARTA, AKURATNEWS – Bersama dengan Archetype, The Life and Building Safety (LABS) memulai kegiatannya untuk memodifikasi standar dan metodologinya untuk Indonesia dengan mempertimbangkan persyaratan hukum yang akan digunakan mengukur dan melakukan assessment keselamatan struktural, kebakaran dan parameter kelistrikan pabrik pakaian jadi, alas kaki dan asesoris.
Dan di Senin, (11/4), LABS menyelenggarakan lokakarya konsultasi membahas draf pertama standar dengan seluruh pemangku kepentingan industri termasuk, pemerintah, pabrik pakaian dan alas kaki, asosiasi perdagangan, organisasi masyarakat sipil (CSO) serta mitra merek.
Draf standar ini pun dipresentasikan kepada peserta selama lokakarya. Setelah itu, diskusi panel dan sesi kelompok dilakukan untuk membahas peluang menyediakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Masukan yang diterima, akan dimasukkan ke dalam versi standar dan metodologi LABS untuk Indonesia, yang akan dimasukkan ke dalam versi final dari metodologi dan standar Indonesia yang dipatuhi selama fase percontohan program.
Tujuan LABS dalam lokakarya ini untuk menetapkan standar keselamatan patokan terhadap pabrik pakaian jadi dan alas kaki yang dinilai lewat assessment. Namun penilaian LABS bukanlah pemeriksaan kepatuhan kode;
Sedangkan, penentukan tingkat keselamatan yang diperlukan berdasarkan praktik terbaik secara internasional dengan mempertimbangkan konteks lokal. Semua standar teknis terdiri dari serangkaian tindakan yang saling terkait yang harus memberikan tingkat keselamatan yang dapat diterima dalam sebuah bangunan.
Untuk diketahui, melalui perusahaan asosiasinya, LABS telah melakukan lebih dari 400 penilaian keselamatan dan memberikan 650 pelatihan keselamatan di pabrik pakaian jadi dan alas kaki di India, Vietnam, dan Kamboja.
LABS juga telah mulai mengidentikasi dan menempatkan perusahaan terkait untuk mengoperasionalkan program di Indonesia. (NVR)
