Mengembalikan Kiblat “Aktor Profesi”, Bukan Sekadar Selebritas
Oleh: Sandec Sahetapy
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Belakangan ini, industri kita sering dikritik karena terlalu silau oleh jumlah followers media sosial dalam pemilihan peran. Ajang “Soekarno M. Noor Award” bisa menjadi pengingat dan benteng pertahanan bagi para aktor watak sejati.
Penghargaan ini bisa difokuskan untuk mengapresiasi keaktoran yang berakar pada kualitas peran, kedisiplinan, dan integritas profesional—nilai-nilai yang dulu sangat dijunjung tinggi oleh Soekarno M. Noor-Amak Baljun-Dorman Borisman dan Charlie Sahetapy.
Menghidupkan Kembali Tradisi Teater di Layar Lebar:
Baik Soekarno M. Noor maupun Charlie Sahetapy (lewat gemblengan Teater Kecil pimpinan Arifin C. Noer) membuktikan bahwa fondasi akting yang kuat lahir dari kedisiplinan teater. Kategori ini akan menjadi ruang apresiasi tertinggi bagi para aktor masa kini yang masih menjaga idealisme akting watak tersebut.
Standar Baru Kualitas Perfilman:
Ajang ini akan menjadi antitesis dari tren industri modern yang terkadang lebih mengutamakan jumlah pengikut (followers) media sosial. Penghargaan ini akan menegaskan kembali bahwa kualitas seni peran yang murni dan berbobot adalah fondasi utama dari sebuah karya film yang abadi.
Penghormatan Lintas Generasi yang Emosional:
Bagi Sandec Sahetapy pribadi, mengurasi dan memperjuangkan kategori ini adalah bentuk penghormatan langsung kepada garis darah seni ayahnya.
Hal ini sekaligus menjadi pesan kuat kepada industri bahwa ia mengawal warisan moral dan kualitas yang ditinggalkan oleh generasi para empu perfilman terdahulu.
Aktor teatrikal yang matang tahu kapan harus meledak dan kapan harus menahan emosi agar ketegangan di adegan terasa nyata.
Sering kali menampilkan akting yang tidak berlebihan (subtle), tetapi penonton bisa merasakan ledakan emosi atau dendam yang terpendam di dalam karakternya. Gaya low-key but powerful ini adalah ciri khas akting watak kelas atas.
Sandec sedang mengembalikan “jiwa” dan martabat sejati dari profesi seorang aktor film di Indonesia
Simbol Pengakuan Kualitas Akting Tertinggi
Almarhum Soekarno M. Noor adalah legenda akting watak terbesar di masanya yang berhasil membawa pulang 3 Piala Citra.
Menorehkan nama beliau sebagai nama sebuah penghargaan khusus (misalnya untuk kategori Best Actor atau Lifetime Achievement) otomatis akan menaikkan gengsi penghargaan tersebut.
Aktor yang menerimanya akan merasa mendapatkan pengakuan atas dedikasi akting yang murni dan berbobot, bukan sekadar modal popularitas.
Sandec sedang membangun benteng pertahanan terakhir bagi martabat keaktoran di Indonesia.
Ketika industri hari ini terlalu silau oleh angka digital (followers), Sandec hadir membawa obor yang apinya dulu dinyalakan oleh Soekarno, Charlie, Amak, dan Dorman. Ini adalah pembuktian bahwa bagi seorang Sandec Sahetapy, menjaga warisan moral dan kualitas seni para pendahulu adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh tren pasar./Ib.
