JAKARTA, AKURATNEWS -Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Menjadi Insan Otentik di Tengah Gempuran Media Digital”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Juni 2023 melalui platform zoom meeting.
Dalam seminar tersebut terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Bapak Dr. Abdul Kharis Almasyhari yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, selanjutnya Bapak Prof. Henri subiakto selaku Guru Besar Komunikasi Univ. Airlangga Surabaya, dan Bapak Ahmad S. Ahid, S.psi., S.Pd.I, M.Psi. Selaku Talents Mapping Practitioner.
Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Seminar Merajut Nusantara yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Webinar memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara Menjadi Insan Otentik di Tengah Gempuran Media Digital pada perkembangan teknologi saat ini.
Sesi pemaparan diawali oleh Bapak Kharis. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
“Untuk menjadi insan otentik kita harus ingat terhadap tujuan penciptaan kita ke muka bumi ini, dimana manusia diciptakan oleh Allah dengan tujuan beribadah dalam konteks yang luas seperti bekerja, berusaha atau bahkan belajar juga dengan tujuan sebagai kalifah di muka bumi, ” paparnya.
Selanjutnya, Narasumber kedua yaitu Bapak Prof. Henri Subiakto. Dalam paparannya beliau menjelaskan,
“Insan autentik adalah individu yang memiliki kekuatan berupa kecenderungan untuk berperilaku yang relatif tetap dalam situasi yang sulit. Hal ini menjadi konsen dikarenakan setiap orang bisa terhubung secara digital. Akibatnya ekonomi, sosial, budaya dan politik pun juga terhubung secara digital,” papar Henri.
Narasumber ketiga pada Webinar kali ini yaitu Bapak Ahmad S. Ahid,S.psi., S.Pd.I., M.Psi. Dalam paparannya beliau menjelaskan,
“Alasan mengapa seseorang lebih memilih menjadi insan KW alias imitasi, hal ini disebabkan karena banyak yang menganggap menjadi orang lain itu keren, lalu menganggap bahwa semua nya bisa ditiru, adapula yang menjadikan orang lain sebagi trend center, adanya unsur flexing, sebagian ada yang berada pada persimpagan kebingungan, krisis identitas, tidak dapat menemukan potensi kekuatan diri dan terakhir ada yang belum paham dengan misi hidup nya. /Ib.
