Hasil Sea V Cup 2026, Indonesia Finish di Peringkat 3
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Tuan rumah Timnas Indonesia finish di peringkat ke-3 EA V Cup 2026, usai mengalahkan Kamboja 3-1 (25-18, 19-25, 25-20, dan 26-24) pada laga perebutan tempat ketiga di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Pelatih Indonesia, Reidel Toiran, memberikan apresiasi tinggi kepada perjuangan para pemain yang mampu mengakhiri turnamen dengan kemenangan meski harus bertanding dalam kondisi fisik yang menurun.
“Saya harus memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia. Mereka benar-benar luar biasa. Semua bisa melihat sendiri kondisi fisik para pemain sudah menurun,” ujar Reidel seusai pertandingan.
Menurut Reidel, padatnya jadwal membuat tim tidak memiliki waktu ideal untuk mempersiapkan diri. Sebelum berangkat ke India, tim hanya menjalani latihan selama lima hari sehingga sulit mencapai performa terbaik.
“Sebelum berangkat ke India, kami hanya punya waktu latihan lima hari. Semua harus paham, kalau ingin tampil maksimal, dibutuhkan waktu persiapan yang panjang. Tidak ada yang instan,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi fisik para pemain makin terkuras setelah tampil di India. Meski demikian, para pemain tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga mampu mengamankan posisi ketiga. “Boy, Farhan, semuanya masih punya kemauan yang besar. Namun, kondisi fisik mereka bisa dilihat sendiri. Biasanya mereka bermain jauh lebih baik dari itu,” ucap Reidel.
Saat ditanya mengenai evaluasi sepanjang SEA V Cup 2026, Reidel menegaskan faktor fisik menjadi penyebab utama menurunnya performa tim sejak putaran pertama.
“Sebenarnya sudah terlihat sejak semifinal di Filipina. Saat melawan Kamboja memang menang, tetapi performanya sudah turun dibanding saat kami bermain di India,” katanya.
Menurutnya, kelelahan membuat banyak kesalahan yang tidak biasa dilakukan para pemain. “Lawan Filipina juga sama. Sudah terlihat banyak kesalahan yang sebenarnya tidak biasa kami lakukan. Kami terlambat bergerak setelah bola pertama, terlambat melakukan blok, lompatan saat melakukan spike tidak maksimal, tenaganya juga tidak keluar,” ujar Reidel.
Ia menambahkan, kekuatan serangan yang biasanya menjadi andalan Indonesia juga tidak lagi terlihat karena kondisi fisik para pemain sudah menurun drastis.
“Kalau dibandingkan dengan permainan kami biasanya, misalnya di Proliga, power spike pemain sangat kuat. Minggu ini sudah tidak terlihat lagi. Tenaganya memang sudah habis,” tuturnya.
Menghadapi agenda berikutnya menuju Asian Games, Reidel mengatakan tim akan memanfaatkan waktu yang cukup panjang untuk membangun kembali kondisi fisik para pemain.
“Sekarang grafik kondisi atlet memang sedang menurun. Mereka perlu libur terlebih dahulu sampai Maret, kemudian setelah itu kami akan fokus meningkatkan kondisi fisik,” katanya.
Ia menjelaskan, proses persiapan akan diawali dengan menyusun daftar pemain dalam long list sebelum menjalani seleksi dan program latihan. “Kami butuh waktu lebih dari satu bulan untuk meningkatkan stamina para pemain,” ujar Reidel.
Sementara itu, setter Indonesia Alfin Daniel mengungkapkan motivasi besar tim untuk tidak mengecewakan publik sendiri menjadi kunci kemenangan atas Kamboja.
“Kami bermain di kandang sendiri. Masa pulang tidak membawa apa-apa? Rasanya tidak pantas kalau pulang tanpa hasil. Itu yang menjadi motivasi kami,” kata Alfin.
Meski demikian, Alfin mengakui kondisi fisik seluruh pemain memang sudah jauh dari ideal. “Mental kami ingin menang, tetapi kondisi fisik sudah tidak mendukung. Jadi kami bermain dengan prinsip nothing to lose. Energi apa pun yang masih tersisa di tubuh kami, semuanya kami keluarkan hari ini,” ujarnya.
Alfin juga menegaskan dukungan ribuan penonton di Jakarta International Velodrome memberikan tambahan semangat bagi seluruh pemain. “Tentu saja. Dukungan penonton sangat membantu kami,” katanya./Ib
