JAKARTA, AKURATNEWS.co – Rencana pertemuan antara dr. Richard Lee dengan seorang kreator konten yang dikenal dengan nama Dokter Detektif (Doktif) untuk menyelesaikan perseteruan mereka secara terbuka akhirnya batal.

Keduanya sebelumnya dijadwalkan hadir dalam debat di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo (Densu) pada Jumat (13/12), namun sayangnya, Doktif memilih tidak hadir.

Denny Sumargo, selaku fasilitator debat, menyebut bahwa Doktif membatalkan kehadirannya dengan alasan ingin menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum.

“Dia memilih untuk membawa persoalan ini ke pihak kepolisian,” ungkap Denny dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya Jumat (13/12) malam.

Keputusan sepihak Doktif mangkir dari debat pun menuai reaksi keras netizen. Banyak netizen mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Doktif yang sebelumnya gencar menantang Richard Lee di media sosial. Ketidakhadirannya ini pun memicu spekulasi dan membuat netizen mempertanyakan kredibilitas klaim-klaimnya.

Di sisi lain, dr. Richard Lee, dalam perbincangannya dengan Denny Sumargo, menyatakan tetap menghormati keputusan Doktif.

“Saya sudah meluangkan waktu dan mengikuti jadwal yang sudah disepakati. Kalau Doktif memilih untuk tidak hadir, saya hormati keputusannya,” ujar Richard.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui alasan pasti di balik pembatalan tersebut.

“Aku nggak tahu apa motifnya. Mungkin dia berhalangan, mungkin menghindari konflik. Tapi aku tetap hargai keputusannya,” lanjut Richard.

Perseteruan antara Richard Lee dan Doktif bermula dari perbedaan pandangan soal edukasi produk skincare.

Perdebatan tersebut terus memanas hingga melibatkan kritik pribadi di media sosial. Richard mengungkapkan bahwa selama dua bulan terakhir, ia memilih bersikap diam meskipun intensitas konten serangan dari Doktif meningkat.

“Dalam empat hari terakhir saja, ada 76 konten tentang saya. Sehari lebih dari dua konten dibuat untuk menyerang saya. Awalnya saya diam, tapi akhirnya saya terima tantangan untuk debat. Tapi sekarang dia malah nggak datang, tentu saya kecewa,” kata Richard.

Richard menambahkan bahwa keputusannya untuk menerima ajakan debat bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai upaya menyelesaikan konflik.

“Saya ingin menyelesaikan masalah dan berdamai. Saya datang apa adanya, tidak untuk menjatuhkan siapapun,” tegasnya.

Meski debat publik batal, Richard justru menyambut baik langkah Doktif yang memilih jalur hukum.

“Itu yang aku nantikan dari kemarin,” ujar Richard singkat menanggapi informasi dari Denny Sumargo.

Menurutnya, proses hukum bisa menjadi cara yang lebih objektif untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.

Denny Sumargo juga menyatakan harapannya agar konflik ini segera berakhir.

“Saya hanya ingin menjadi fasilitator yang netral, supaya permasalahan ini bisa selesai dengan baik,” kata Denny.

Batalnya pertemuan ini tak hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan netizen, tetapi juga memunculkan desakan agar kedua pihak segera menyelesaikan konflik mereka, baik melalui jalur hukum maupun mediasi lainnya.

Richard Lee sendiri menyatakan kesiapannya untuk bertemu kapan saja jika Doktif kembali mengajukan jadwal debat.

Sementara itu, netizen terus memantau perkembangan kasus ini, dengan banyak pihak mendukung penyelesaian yang damai tanpa saling menjatuhkan di ruang publik.

Konflik ini menjadi pembelajaran bagi kreator konten dan publik untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat, terutama di era digital yang penuh dengan dinamika. (NVR)

By Editor1