JAKARTA, AKURATNEWS.co – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam acara buka puasa bersama (bukber) yang digelar jajaran pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) pimpinan Ki Kusumo di Jakarta, Selasa (10/3).

Kegiatan itu menjadi momentum silaturahmi bagi para insan perfilman lintas generasi, mulai dari artis senior hingga pelaku industri yang lebih muda.

Walau digelar sederhana, bukber ini cukup banyak dihadiri tokoh film, terutama para senior yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi profesi artis film Indonesia itu.

“Yang hadir lumayan banyak, terutama para senior,” ujar Ki Kusumo di sela bukber.

Dalam kesempatan itu, Ki Kusumo juga menyinggung berbagai isu yang sempat beredar mengenai adanya kubu-kubu di tubuh organisasi. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan yang muncul sejauh ini hanyalah perbedaan pendapat, bukan konflik yang memecah persaudaraan.

Menurutnya, para anggota PARFI pada dasarnya tetap satu keluarga besar yang memiliki tujuan sama untuk memajukan industri film nasional.

“Ada yang bilang kubu satu, kubu dua, tapi sebenarnya tidak seperti itu. Kita semua ini bersaudara. Kalau ada perbedaan pendapat, itu hal yang biasa saja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dalam organisasi yang besar dan berisi banyak karakter, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Yang terpenting, kata dia, adalah menjaga komunikasi agar kebersamaan tetap terjalin.

Walau tidak semua anggota dapat hadir dalam acara ini, Ki Kusumo menegaskan hal itu tidak menjadi persoalan karena setiap orang memiliki kesibukan dan pilihan masing-masing.

“Tidak bisa dipaksakan juga. Ada yang punya kegiatan lain atau kesibukan. Tapi kalau rasa memiliki itu masih ada, tentu kebersamaan di PARFI akan tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Baginya, buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk mempererat hubungan emosional antar anggota.

Dalam suasana Ramadhan, kegiatan organisasi pun lebih diarahkan pada kegiatan yang bernuansa kebersamaan dan nilai keagamaan.

Selain buka puasa bersama, tidak ada agenda besar lain yang dijalankan selama bulan puasa.

“Kalau di bulan Ramadhan ini lebih ke arah kedekatan, kebersamaan, dan amal perbuatan baik. Jadi lebih banyak kegiatan yang bernuansa keagamaan,” kata Ki Kusumo.

Meski aktivitas organisasi sedikit melambat selama Ramadhan, Ki Kusumo memastikan berbagai program di bidang perfilman tetap berjalan. Beberapa di antaranya bahkan melibatkan kerja sama dengan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurutnya, sejumlah proyek film dan sinetron sebenarnya sudah mulai berjalan sebelumnya, namun ritmenya menyesuaikan dengan suasana bulan puasa.

“Program sebenarnya sudah berjalan dari sebelumnya, hanya saja di bulan puasa ini sedikit terhenti karena kita fokus ke kegiatan keagamaan. Setelah itu akan berjalan lagi seperti biasa,” ujarnya.

Ia berharap ke depan aktivitas produksi film dan sinetron yang melibatkan anggota PARFI dapat berjalan lebih lancar dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri hiburan nasional.

“Harapannya tentu ke depan semuanya bisa berjalan lebih baik dan lancar,” tutupnya. (NVR)

By editor2