JAKARTA, AKURATNEWS.co – Legenda The Beatles Paul McCartney ikut mendukung seruan untuk revisi Undang-Undang Hak Cipta di Inggris yang bisa menghentikan pencurian hak cipta massal oleh perusahaan yang membangun artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Paul mengatakan, akan sangat menyedihkan jika para komposer dan penulis muda tidak dapat melindungi kekayaan intelektual mereka dari munculnya model algoritmik, yang disebutnya telah belajar dengan mencerna banyak sekali materi dengan hak cipta.
“Kita harus berhati-hati tentang hal itu karena hal itu dapat mengambil alih dan kita tidak ingin hal itu terjadi terutama bagi komposer dan penulis muda, (yang) mungkin merupakan satu-satunya cara mereka untuk berkarier,” kata Paul McCartney, mengutip The Guardian, Jumat, 13 Desember.
McCartney juga mendukung kampanye bagi para kreator, yang dirugikan karena karya-karyanya dipakai perusahaan AI untuk model pembelajaran, tanpa mendapat bayaran.
“Jika AI menghapusnya, itu akan menjadi hal yang sangat menyedihkan,” tambah musisi 82 tahun itu.
McCartney sendiri menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk membantu produksi lagu Beatles tahun lalu, “Now and Then”, dengan mengisolasi vokal John Lennon dari rekaman yang dibuat pada tahun 1970.
Namun, hal itu berbeda dari cara perusahaan AI melatih model mereka pada kumpulan materi yang sering kali dilindungi hak cipta tanpa membayarnya.
Adapun, seruan revisi Undang-Undang Hak Cipta di Inggris muncul dari berbagai kalangan. Mereka khawatir bahwa munculnya AI mengancam aliran pendapatan bagi penerbit musik, berita, dan buku.
Dalam waktu dekat, Parlemen Inggris juga akan memperdebatkan revisi terhadap Undang-Undang, yang dapat memungkinkan kreator untuk memutuskan apakah karya berhak cipta mereka dapat digunakan untuk melatih model AI generatif atau tidak.
Revisi yang didukung oleh politisi Beeban Kidron tersebut akan mengharuskan operator bot internet yang menyalin konten untuk melatih model AI generatif agar mematuhi Undang-Undang Hak Cipta./Ib.
