SINGKAWANG, AKURATNEWS.co – Dalam semangat merawat keberagaman budaya Nusantara, Kota Singkawang kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota toleransi dengan menyelenggarakan Turnamen Xiangqi, sebuah permainan catur khas Tionghoa, bertepatan dengan perayaan Hari Bakcang.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di Taman Rekreasi Teratai Indah, Jumat (30/05).
Diselenggarakan oleh Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kota Singkawang, turnamen ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya sebagai ajang olahraga, kegiatan ini menjadi simbol pelestarian budaya Tionghoa yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial Kota Singkawang, kota yang dikenal akan harmoni multikulturalnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasinya kepada PEXI atas dedikasi dalam menjaga tradisi leluhur melalui olahraga tradisional.
“Xiangqi bukan sekadar permainan strategi, tetapi cerminan nilai-nilai budaya Tionghoa: kesabaran, kecermatan, dan semangat juang. Turnamen ini menjadi cara yang elegan untuk memperkenalkan warisan tersebut kepada generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor agar kegiatan semacam ini bisa terus hadir secara rutin, dan menjadi bagian dari kalender budaya tahunan Kota Singkawang.
Hari Bakcang sendiri, yang identik dengan tradisi makan bacang dan penghormatan terhadap puisi serta kepahlawanan Qu Yuan, menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Tionghoa di tanah air. Perayaan ini tidak hanya dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa, tetapi juga melibatkan masyarakat lintas etnis yang hidup berdampingan di Singkawang.
“Singkawang adalah miniatur Indonesia dalam hal keragaman budaya. Pelestarian tradisi semacam ini adalah bagian dari upaya memperkuat rasa kebangsaan melalui jalur budaya,” tambah Tjhai Chui Mie.
Melalui turnamen ini, budaya Tionghoa tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupkan dalam semangat kebersamaan, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari mozaik Budaya Nusantara./Ib.
