JAKARTA, AKURATNEWS.co – Fenomena geologi mengejutkan terjadi di kawasan wisata Lembang. Gunung Batu, yang berdiri tenang di Desa Pagerwangi, Kabupaten Bandung Barat, kini menjadi sorotan nasional setelah tercatat mengalami kenaikan tektonik hingga ratusan meter.
Bukan sekadar pergeseran tanah biasa, para ahli menyebut ini sebagai alarm keras dari Sesar Lembang—patahan aktif yang membentang di jantung Jawa Barat.
Gunung Batu, yang selama ini menjadi destinasi alam populer, tercatat mengalami pengangkatan ratusan meter akibat aktivitas Sesar Lembang yang kian aktif. Ini bukan hanya peristiwa alam biasa, tapi menjadi sinyal keras akan potensi gempa besar yang mengancam wilayah Bandung Raya.
Peneliti BRIN, Mudrik Rahmawan Daryono, mengungkapkan hasil studi terbaru yang menunjukkan kenaikan vertikal Gunung Batu antara 120 hingga 450 meter, akumulasi dari pergeseran tektonik selama ribuan tahun. Namun yang paling mengkhawatirkan, pergeseran terbaru setinggi 40 sentimeter diyakini sebagai jejak gempa besar bermagnitudo 6,7–7 yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
“Setiap kali sesar bergeser, tanah terangkat. Dalam skala ribuan tahun, akumulasi ini menjadikan Gunung Batu melonjak ratusan meter. Ini pertanda energi yang disimpan dan bisa lepas kapan saja,” tegas Mudrik, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (28/8).
Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer, melewati kawasan padat seperti Padalarang, Lembang, Cimahi, dan Kota Bandung. Jika gempa berkekuatan M7 terjadi, lebih dari 2 juta jiwa terancam dampaknya secara langsung. Angka itu bisa melonjak hingga 2,7 juta jiwa bila magnitudo mencapai 7.
Potensi gempa dari patahan ini diperkirakan bisa mencapai magnitudo 7—bersifat dangkal dan sangat merusak. BMKG mencatat peningkatan aktivitas kegempaan sejak Juli hingga Agustus 2025, termasuk gempa kecil di Cimahi dan Bandung Barat yang diduga sebagai foreshock sebelum gempa utama.
Mitigasi: Dari Waspada ke Siaga
Para pakar menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, pembangunan struktur tahan gempa, dan pemantauan intensif. Pos pengamatan Badan Geologi di puncak Gunung Batu kini siaga penuh, memantau setiap getaran sesar. Diperlukan langkah mitigasi serius: penguatan bangunan, edukasi kebencanaan, hingga pemantauan aktif dari pos Badan Geologi di Gunung Batu.
Fenomena kenaikan Gunung Batu bukan hanya gejala alam biasa. Ia adalah peringatan keras bahwa Sesar Lembang bukan sekadar patahan geologi, melainkan bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Di tengah keindahan alam Lembang, tersimpan potensi bencana yang menuntut kesiapan dan kesadaran kolektif./Teg. Foto: Istimewa.
