SAMPANG, AKURATNEWS.co – Insiden penembakan menimpa tokoh masyarakat yang juga relawan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pria bernama Muarah ini ditembak orang tak dikenal (OTK) di Sampang, Madura pada Jumat (22/12).

Hal ini dibenarkan Tim Penasehat Prabowo-Gibran, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoedin. Sjafrie mengaku sudah menjenguk korban di RSUD Soetomo, Surabaya.

“Betul, beliau relawan tim Prabowo dan Gibran,” kata Sjafrie saat menjenguk korban yang kini tengah dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Senin (25/12).

Muarah menjadi korban penembakan OTK pada sekitar pukul 09.30 WIB. Jumat (22/12). Saat itu, Muarah bersama temannya sedang berada di depan sebuah toko. Tiba-tiba, datang dua orang menaiki motor. Keduanya berperawakan kekar dengan penutup wajah dan memakai helm.

Mereka berhenti dan mendekat ke Muarah, lalu melepaskan tembakan ke arah tubuh pria 49 tahun itu. Setelah menembak, dua orang itu kabur. Muarah lantas dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Sjafrie yang menjenguk Muarah mengatakan, kondisi relawan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 itu berangsur stabil setelah menjalani operasi.

“Alhamdulillah kondisinya menuju stabil setelah menjalani operasi. Ditemukan dua logam di dalam tubuh Bapak Muarah. Sekarang sudah stabil dan semoga segera pulih kembali,” ujarnya.

Sjafrie pun menyampaikan simpati Prabowo, Gibran dan seluruh pengurus TKN atas kejadian yang menimpa Muarah.

“Kami menyampaikan simpati atas nama Pak Prabowo dan Mas Gibran atas peristiwa penembakan yang menimpa Bapak Muarah. Ini sangat brutal ya,” ucapnya.

TKN, kata Sjafrie, sangat kaget atas peristiwa ini. Menurut mereka pesta demokrasi mestinya berjalan aman, damai dan riang gembira. Dia berharap tidak ada lagi kejadian serupa.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi sampai menimpa masyarakat, relawan-relawan. Kasusnya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ucap Sjafrie.

Kasus penembakan OTK kepada Muarah ini ini tengah ditangani Polres Sampang, Jawa Timur. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan. (NVR)

By Editor1