JAKARTA, AKURATNEWS.co – Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) akhirnya terjawab. Erick Thohir resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dito Ariotedjo yang terkena reshuffle.
Pelantikan Erick berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029. Keppres itu diteken Presiden Prabowo pada hari yang sama.
“Mengangkat sebagai menteri dan wakil menteri dalam sisa masa jabatan 2024-2029, yakni Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga,” demikian bunyi Keppres.
Erick bukan nama asing di panggung nasional. Sebelumnya, ia memegang kendali sebagai Menteri BUMN sejak era Presiden Joko Widodo hingga awal pemerintahan Prabowo.
Sosok yang dikenal sebagai mantan pemilik Inter Milan itu juga masih menjabat Ketua Umum PSSI, posisi strategis yang kini menimbulkan perdebatan soal rangkap jabatan.
Dalam reshuffle kali ini, nama Erick sempat bersaing dengan sejumlah kandidat, mulai dari politisi muda Puteri Komarudin hingga pesohor Raffi Ahmad. Namun akhirnya, Presiden Prabowo memilih figur berpengalaman dengan rekam jejak panjang di dunia olahraga internasional.
Begitu resmi menjabat, Erick langsung dihadapkan pada agenda padat:
- SEA Games 2025 yang akan digelar di akhir tahun,
- Asian Games 2026, dan
- persiapan jangka panjang menuju Olimpiade 2028, di mana Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mengirim 100 atlet ke ajang tersebut.
Tugas besar ini menjadi ujian kepemimpinan Erick dalam memadukan pengalaman manajerialnya dengan kebutuhan membangun ekosistem olahraga yang lebih berprestasi.
Satu isu yang tak kalah hangat terkait penunjukkan Erick sebagai Menpora adalah soal rangkap jabatannya sebagai Ketua PSSI.
Seusai pelantikan, Erick memilih berhati-hati menjawab terkait hal ini.
“Nanti itu kan ada prosesnya di FIFA. FIFA sebagai badan olahraga sepakbola tertinggi di dunia itu nanti mereka yang menentukan,” ucap Erick.
Saat ditanya pandangan pribadinya, ia hanya menegaskan:
“Semua ikuti aturan dari FIFA,” ucapnya.
Pernyataan itu menandakan Erick menunggu keputusan federasi internasional, mengingat FIFA memiliki aturan ketat terkait independensi organisasi sepakbola dari intervensi pemerintah.
Meski diwarnai perdebatan, masuknya Erick Thohir ke Kemenpora membawa harapan baru. Pengalamannya di bisnis, olahraga, hingga diplomasi dianggap modal penting untuk mendorong prestasi atlet Indonesia sekaligus memperkuat tata kelola olahraga nasional.
Kini, publik menantikan langkah pertama Erick: apakah fokus pada pembenahan struktur, menggenjot prestasi, atau menuntaskan polemik rangkap jabatan agar panggung olahraga Indonesia tak kembali berada di titik krusial. (NVR)
