JAKARTA, AKURATNEWS.co – Usai Bareskrim Polri menyatakan ijazah Joko Widodo (Jokowi) asli, pakar digital forensik yang menggugat ijazah presiden ketujuh Indonesia ini, Rismon Sianipar menantang Bareskrim dan Laboratorium Forensik Polri untuk melakukan uji ulang keaslian dokumen tersebut di laboratorium independen luar negeri.

Di kanal YouTube mantan Ketua KPK Abraham Samad, Rismon pun menyatakan kesediaannya menanggung seluruh biaya pengujian tersebut.

“Kalau hasil kalian reliable dan otentik, ayo kita sepakat tentukan lab independen di luar negeri. Kami yang biayai, urunan. Kebenaran itu tidak absolut, tidak hanya milik kalian. Harus siap diuji ulang oleh pihak lain demi kepercayaan publik,” tegasnya, Kamis (23/5).

Rismon menekankan bahwa dalam dunia keilmuan, hasil analisis tidak bisa dianggap final jika tidak bisa direkonstruksi atau diuji kembali oleh pihak lain secara independen.

Menurutnya, temuan Bareskrim bukan satu-satunya versi kebenaran yang harus diterima begitu saja oleh publik.

“Mari buktikan secara ilmiah. Jangan hanya mengandalkan klaim sepihak, apalagi jika menyangkut kepercayaan publik,” ucap Rismon.

Ia juga menyebut bahwa keraguannya semakin kuat setelah melihat langsung bukti skripsi milik Jokowi saat berkunjung ke Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, ada ketidaksesuaian antara teknologi pencetakan skripsi tersebut dengan teknologi yang tersedia pada era 1980-an.

“Teknologi tulisan dalam skripsi yang ditunjukkan kepada saya di UGM itu terlalu modern untuk era 80-an. Ini perlu diuji lebih lanjut secara ilmiah,” jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi, termasuk dari Universitas Gadjah Mada (UGM), adalah asli dan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus dugaan ijazah palsu tersebut. (NVR)

By editor2