JAKARTA, AKURATNEWS.co – Ruang keluarga yang biasanya di depan TV, perlahan berubah menjadi panggung kecil saat mikrofon dinyalakan, layar televisi menampilkan lirik lagu, dan satu per satu anggota keluarga pun mulai bernyanyi.

Fenomena hiburan di rumah seperti ini kini semakin populer di Indonesia, terutama setelah pandemi mengubah cara masyarakat menikmati hiburan.

Menangkap tren tersebut, Happy Puppy Group, pelopor industri karaoke keluarga di Tanah Air melalui startup anak usahanya, RiSing, resmi merambah pasar karaoke personal di rumah.

Langkah itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama AS Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO) pada Senin (9/3) di Jakarta.

Kolaborasi ini membuka babak baru bagi industri hiburan musik rumahan di Indonesia. Melalui teknologi berbasis cloud, RiSing menghadirkan layanan karaoke digital yang memungkinkan pengguna menikmati puluhan ribu lagu dengan kualitas profesional tanpa harus pergi ke tempat karaoke.

Saat ini, platform tersebut menyediakan lebih dari 80.000 lagu dari berbagai bahasa dan genre.

Berkat dukungan teknologi CDN (Content Delivery Network), lagu-lagu dapat diakses dengan cepat dan stabil, membuat pengalaman bernyanyi di rumah terasa lebih praktis.

Direktur Utama ASIRINDO, Jusak Irwan Sutiono, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk menciptakan ekosistem musik yang sehat sekaligus menguntungkan bagi para pemilik hak cipta.

“RiSing menawarkan terobosan baru dalam mekanisme lisensi musik yang terintegrasi. Dengan layanan berbayar ini, setiap lagu yang dimainkan tercatat secara otomatis melalui jejak digital atau hit count, sehingga pemilik hak, khususnya produser rekaman, bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” ujar Jusak.

ASIRINDO sendiri mewakili lebih dari 100 produser rekaman di Indonesia. Melalui kemitraan ini, organisasi tersebut akan bertindak sebagai penyedia lisensi utama bagi konten musik dan video yang tersedia di RiSing.

Tujuannya adalah memastikan seluruh katalog lagu yang diputar tetap berada dalam koridor hukum hak cipta sekaligus terus diperbarui dengan rilisan terbaru.

Di sisi lain, RiSing mencoba menjawab keluhan banyak pecinta karaoke yang selama ini mengandalkan platform video daring.

Tak jarang, pengguna harus mencari sendiri versi karaoke dari lagu yang diinginkan, bahkan sering kali bukan versi musik asli. Belum lagi gangguan iklan yang kerap memotong pengalaman bernyanyi.

Dengan RiSing, semua lagu tersedia dalam versi musik video maupun karaoke hanya dengan satu sentuhan.

Lirik ditampilkan secara lengkap sebagai panduan bernyanyi. Untuk lagu-lagu asing, sistem bahkan menyediakan ejaan dalam bahasa Indonesia serta terjemahan agar pengguna lebih mudah memahami makna lagu.

Ditambahkan Direktur Utama RiSing, Judystira Setyadji, platform ini dirancang bukan sekadar sebagai aplikasi karaoke, tetapi sebagai jembatan antara penikmat musik dan para pelaku industri.

“RiSing menghadirkan layanan karaoke profesional di rumah yang praktis dan legal. Kami juga ingin membuka pasar baru bagi insan musik, terutama di wilayah yang selama ini belum tersentuh hiburan karaoke karena keterbatasan geografis,” kata Judystira.

Karena berbasis cloud, layanan RiSing dapat diakses di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah yang jauh dari pusat kota.

Dengan begitu, masyarakat di pedesaan pun berpeluang menikmati pengalaman karaoke yang sama seperti di tempat hiburan modern.

Untuk memulai layanan ini, RiSing menawarkan paket awal yang cukup terjangkau. Dengan harga Rp999.000, pelanggan akan mendapatkan perangkat RiSing Player sekaligus akses karaoke selama tiga bulan.

Setelah masa tersebut, layanan dapat diperpanjang dengan biaya langganan Rp150.000 per bulan atau sekitar Rp5.000 per hari.

RiSing dijadwalkan mulai tersedia di publik pada 25 Maret 2026 melalui situs resminya dan ditargetkan dapat meraih hingga satu juta pelanggan dalam lima tahun ke depan.

Bagi Happy Puppy, langkah ini menjadi transformasi penting dari bisnis karaoke konvensional menuju platform hiburan digital.

“Kami berusaha mengambil ceruk bisnis ini karena potensinya besar,” ucap Judystira.

Sementara bagi industri musik nasional, RiSing diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperluas jangkauan karya para musisi Indonesia ke ruang-ruang keluarga di seluruh negeri. (NVR)

By editor2