JAKARTA, AKURATNEWS.co – Di tengah maraknya film horor Indonesia yang bertumpu pada penampakan hantu dan jumpscare, sebuah karya baru hadir dengan pendekatan berbeda.

Prama Gatra Film bersama Rumah Semut Film menghadirkan ‘Lintrik: Ilmu Pemikat’, sebuah film horor bernuansa kearifan lokal Banyuwangi yang menawarkan misteri, ketegangan dan kekuatan cerita yang kuat.

Film ini tak hanya menghadirkan horor, tetapi juga menyelami warisan budaya Jawa kuno. Lintrik, yang menjadi inti cerita, adalah sebuah ilmu pengasihan legendaris yang mirip pelet, tapi lebih kuat, cepat, dan hanya bisa dilakukan dukun wanita tertentu.

Konon, ilmu ini mampu menarik korban hingga lintas negeri, meski hanya bersifat sementara.

Ide film :Lintrik’ sendiri bermula di penghujung 2022. Saat itu, produser Asye Siregar ditunjukkan film pendek berjudul ‘Lintrik – Janakim Series’ karya komunitas film Banyuwangi pimpinan Hasan Chow.

Dari sinilah kolaborasi lahir. Para pembuat film Banyuwangi bukan sekadar inspirator, tapi juga ikut menjadi konsultan budaya dan sosial, memastikan film ini otentik dan setia pada akar tradisi Osing.

“Semua detail budaya, dari bahasa, ritual, sampai nilai sosial, kami rujuk langsung dari sumbernya. Jadi ini bukan sekadar horor, tapi juga cermin dari kearifan lokal Banyuwangi,” kata Asye.

Proses penulisan skenario berlangsung hingga pertengahan 2023. Lalu, syuting dimulai di Jakarta dan lebih banyak di Banyuwangi, dengan dukungan resmi Pemda setempat. Bahkan, Festival Banyuwangi ikut terekam dalam salah satu adegan penting.

Film ini juga melibatkan tokoh budaya Banyuwangi, seperti maestro tari Gandrung tersisa Mak Temu Misti, seniman senior Mas Yon DD, hingga penggunaan bahasa Osing yang memperkuat nuansa lokal.

Tak ketinggalan, pesona alam Banyuwangi ikut ditampilkan: hutan De Djawatan, Patung Terakota, pantai, hingga pusat kota. Semua menjadi lanskap alami yang memperkaya atmosfer mistis film.

‘Lintrik’ juga diperkuat aktor nasional seperti Donny Damara, Yatti Surachman, Meisya Amira, Karina Icha, Akbar Nasdar, Fannita Posumah dan pendatang baru Teguh Ryder yang berperan sebagai ustaz muda dengan karakter unik. Kehadiran artis lokal Banyuwangi juga membuat film ini terasa semakin autentik.

Berbeda dari horor pada umumnya, ‘Lintrik’ lebih menekankan horor psikologis dan drama misteri. Ceritanya mengikuti kisah Sari, seorang perempuan yang ingin hidup mapan sebagai ibu rumah tangga kaya.

Ia mencoba melintrik cinta pertamanya yang kini sudah beristri, hingga akhirnya terjebak dalam konspirasi besar yang mengerikan.

“Setiap adegan punya informasi penting. Kalau ada yang dilewatkan, penonton bisa kehilangan kunci untuk memahami ending-nya,” ujar sutradara Irham Acho Bahtiar, yang sebelumnya dikenal lewat film komedi ‘Epen Cupen The Movie’ dan ‘Security Ugal-ugalan’ di sela Gala Premiere di Jakarta, Senin (25/8).

Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 11 September 2025 dan digadang-gadang menjadi warna baru horor Nusantara, memadukan budaya, mistis, dan drama manusia dalam satu paket yang penuh kejutan. (NVR)

By editor2