Satu ABK KM Arupadatu Ditemukan, Lima Jurnalis dan Dua ABK Lainnya Masih Hilang

0
1790155934321

SERANG, AKURATNEWS.co Pencarian terhadap delapan orang penumpang KM Arupadatu yang hilang di Selat Sunda menemui titik terang.

Satu jasad yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) kapal cepat tersebut, Surakman (60), berhasil ditemukan di perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Kepastian identitas korban diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan pencocokan DNA dengan pihak keluarga.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengungkapkan, jasad Surakman ditemukan pada hari kelima operasi pencarian, Sabtu (12/9), oleh warga di wilayah Pulau Enggano.

“Pada Sabtu, hari kelima pencarian, kita mendapatkan informasi dari Bengkulu, bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah Mr X,” ujar Hengki di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9).

Jenazah Mr X tersebut kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Tim DVI gabungan Polda Banten dan Polda Bengkulu kemudian melakukan pemeriksaan mendalam dengan membandingkan data antemortem dari delapan keluarga korban dan data postmortem jenazah.

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK Kapal,” kata Hengki yang didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Kepala Basarnas Banten Al Amrad.

Ditemukannya jasad Surakman menjadi temuan pertama setelah operasi SAR besar-besaran terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadatu yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9).

Diketahui, kapal cepat Arupadatu 1 yang membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) hilang kontak setelah berangkat dari dermaga di Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9).

Selama 10 hari masa pencarian, tim gabungan yang melibatkan Basarnas Banten, Lampung hingga Bengkulu menyisir perairan Selat Sunda hingga Samudera Hindia. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan bangkai kapal maupun tujuh penumpang lainnya.

Dengan dihentikannya operasi SAR, keluarga korban sempat melakukan tabur bunga di perairan Selat Sunda sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Hingga kini, keberadaan lima jurnalis dan dua awak kapal lainnya masih belum diketahui dan dinyatakan hilang. (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *