JAKARTA, AKURATNEWS.co — Lagu legendaris ‘Semua Jadi Satu’ kembali mengudara dengan warna baru. Kali ini lewat suara duo New Sister yang digawangi Ovi Kirana dan Givri Taj.
Lagu ciptaan Deddy Dhukun dan almarhum Dian Pramana Poetra itu dirilis ulang dengan semangat segar namun tetap menjaga ruh orisinalnya.
Tak sekadar daur ulang, New Sister menyuntikkan energi baru ke dalam lagu yang pertama kali dirilis di penghujung era 1980-an tersebut. Melalui eksplorasi berbagai genre populer seperti pop, dangdut, remix, dan elemen elektronik, mereka mencoba menjembatani selera lintas generasi.
“Kami sangat bangga dan terharu ketika diizinkan menyanyikan lagu ini oleh Om Deddy. Tidak semua musisi legendaris mau memberikan karyanya untuk di-remake. Kita tahu beliau adalah legenda musik Indonesia yang lagunya abadi,” ujar Givri Taj saat peluncuran remake singel tersebut di Jakarta, Senin (12/5).
Lagu ‘Semua Jadi Satu’ memang memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat musik Tanah Air. Tak heran jika Givri dan Ovi mengaku sudah mengenalnya sejak duduk di bangku sekolah. Namun kali ini, mereka memutuskan untuk menanggalkan batas-batas genre dan membiarkan kreativitas mereka mengalir bebas.
“Kami ingin tampilkan sesuatu yang segar, tapi tetap menghormati karya aslinya. Ini jadi proses yang penting buat kami, tidak hanya secara musikal tapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap musisi besar seperti Deddy Dhukun dan mendiang Dian Pramana Poetra,” imbuh Ovi Kirana.
Di balik lahirnya lagu ini pun tersimpan kisah menarik. Deddy Dhukun mengenang saat ia dan Dian menciptakan lagu ini secara spontan di dalam mobil.
“Waktu itu saya lagi bersenandung di mobil, terus Dian bilang, ‘eh itu enak tuh.’ Akhirnya kami garap lagu dan liriknya juga secara spontan. Saya bangga lagu ini dibawakan kembali. Semoga generasi muda bisa mengenal dan mencintai lagu ini lagi,” cerita Deddy.
Melalui naungan Elite Music Label dan LW (Live Work) Management, New Sister tak hanya bernostalgia, tapi juga berupaya menyuguhkan pendekatan artistik yang relevan bagi pasar musik saat ini. Mereka berharap lagu ini dapat menjadi jembatan antara generasi lama dan baru.
“Kami tidak hanya ingin mengenang masa lalu, tapi juga menghadirkan versi yang bisa dinikmati anak-anak muda sekarang. Semoga single ini bisa diterima dengan baik dan membuka jalan untuk karya-karya kami berikutnya,” ujar Givri.
Langkah New Sister ini bisa jadi menjadi titik terang bahwa daur ulang lagu lawas tak selalu berarti pengulangan. Jika dieksekusi dengan jiwa muda dan kesadaran artistik, lagu lama justru bisa menemukan kehidupan keduanya yang tak kalah berarti. (NVR)
