JAKARTA, AKURATNEWS.co– Usai meluncurkan dobel Single All Done dan In Pain, band Paper Heart yang berpersonil Mikael Andamadan Riswoyo (gitar), Salvy (vokal), Chiko (bass), dan Hanin (drum) ini langsung geber pekerjaan barunya.

Keempat personil ini kembali masuk studio rekaman menggarap lagu lawas berjudul  ‘Trauma’ milik band legendaris God Bles yang ada di Album Semut Hitam (God Bless 88), dalam sebuah project Tribute to Pamungkas NM.

Mikael selaku gitaris mengaku senang menerima tantangan untuk meremak lagu God Bless ini, karena lagu Trauma ini diciptakan oleh orang-orang hebat yaitu Iwan Fals, Teddy Sujaaya dan Pamungkas NM. Selain God Bless menurutnya adalah band legendaris di Indonesia yang menjadi salah satu cikal bakal lahirnya musik rock di Indonesia.

“Tentu saya dan teman-teman seneng banget ya, bisa menjadi bagian dari Tribute to Pamungkas NM ini, apalagi Paper Heart dapet jatah aransemen lagi Trauma milik God Bless yang diciptakan oleh orang orang hebar seperti Iwan Fals, Teddy Sujaya dan Pamungkas NM,” kata Mikael saat ditemui diacara ulang tahunnya di Tangsel,  pada Rabu (18/10/23)/

Lebih lanjut Mikael menjelaskan bahwa yang menjadi dirinya tertarik meremark lagu Trauma ini karena dari pihak produser memberikan kami (Paper Heart) keleluasaan mengaransemen lagu tanpa harus sama dengan lagu aslinya.

” Ketika ditawari oleh produsernya yaitu Om Eko saya langsung tertarik, karena kita bebas mengaransemen lagu God Bless ini sesuai dengan karakter musik dari band saya yaitu Paper Heart. Jadi tidak harus persis seperti aransemen aslinya. Makanya kita bikin lagu Trauma ini dengan memasukkan sedikit unsur elektronik sesuai warna band kami,” lanjut Mikael.

Sementara Salvy sang vokalis mengaku bahwa aransemen Paper Heart beda banget dengan lagu aslinya, baik secara musik maupun gaya bernyanyinya.

“Setelah rekaman kita lalu dengerin bareng bareng, wah.., hasilnya beda banget dengan aslinya, tak hanya musiknya saja yang beda, tapi gaya nyanyi saya juga beda. Jadi warnanya warna band kami banget,” kata Salvy.

Hal serupa juga diungkapkan Chiko, Basisst berdarah Indonesia Jepang ini mengaku bahwa sengaja dibikin beda biar ada alternatif baru buat pendengar musik di Indonesia.

” Kita aransemen beda ya dengan aslinya, di intro saya masukkan looping elektronik yang menjadi dasar pembuatan aransemen, di sisi gitar Mikael juga cara maininnya beda. Meski begitu benang merah riff-riff yang menjadi ciri khas lagu Traumua tetap kita pertahankan. Secara bit kayaknya kita buat lebih cepat dikit,” kata Chiko.

Saat ini Paper Heart sedang memasuki tahap mixing, rencananya mixing mau dilakukan sendiri agar lebih pas dengan apa yang dimaui oleh para personil Paper Heart.

” Kita rencana mau coba mixing sendiri, biar pas sesuai dengan keinginan kita, baik karakter sound maupun lainnya,” kata Hanin selaku Drummer.

Menurut rencana Album Tribute to Pamungkas NM ini akan dirilis pada awal bulan Nopember mendatang.

“Kalau nggak ada aral melintang, awal nopember nanti kita akan rilis, kata Fransiskus Eko mewakili Produser./Ib

By Editor1