JAKARTA, AKURATNEWS.co – Panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XIII 2023 akan mengumumkan seluruh nominasi alias unggulan pada Jumat (20/10) melalui berbagai jaringan media sosial.

Dewan Juri awal yang terdiri dari 21 wartawan di seluruh Indonesia bekerja keras menilai empat genre film: drama, komedi, horor dan laga. Dari setiap genre dipilih sembilan unsur, sehingga total minimal ada 36 unggulan yang akan diumumkan.

Direktur Bidang Penjurian FFWI, Tertiani ZB Simanjuntak menjelaskan, proses penjurian terbagi dalam dua tahap. Di tahap pertama, Dewan Juri Awal memilah-milah 128 judul film Indonesia yang telah tayang di bioskop dan layanan video sejak 1 Oktober 2022 sampai dengan 30 September 2023.

Selanjutnya, para juri memilih total 78 judul film dari empat genre yang berbeda. Dari daftar tersebut, dewan juri awal lantas menentukan lima unggulan untuk sembilan unsur film yang dinilai dari setiap genre.

Menurut Tertiani, ternyata dalam praktek menilai film- film yang akan kami dijadikan unggulan tidak mudah.

“Masing- masing anggota Dewan Juri yang semuanya berlatar belakang wartawan film menyampaikan argumentasi yang tajam, dan punya basis pengetahuan yang mumpuni,” ungkap Tertiani.

Ditambahkannya, itulah sebab terkadang perlu diberi keterangan tambahan kepada Dewan Juri Awal yang berdebat.

Dalam pengalaman Thomas Della Manggala, salah satu juri yang sudah ketiga kalinya menjadi Juri FFWI, ia merasakan dinamika dalam tahap penjurian. Dia menerangkan, dari tahun ke tahun, selalu ada peningkatan sistem penjurian FFWI.

“Nah, yang paling menarik di FFWI tahun ini, panitia bidang penjurian menilai genre film laga. Ini untuk pertama kalinya digelar dalam festival film di Indonesia,” papar Thomas yang kesehariannya meliput dunia perfilman.

Sampai saat ini Dewan Juri masih menyimpan rapat siapa saja dan film apa saja yang masuk dalam daftar unggulan. Kendati begitu, sudah dapat diprediksi bakal terjadi persaingan sengit di setiap genre.

“Dijamin proses keputusan berlangsung dengan fair,” tandas Tertiani yang pernah menjadi wartawan harian berbahasa Ingris, Jakarta Post ini. (NVR)

By Editor1