PEKANBARU, AKURATNEWS.co – Capres nomor urut satu Anies Baswedan hadir dalam acara Desak Anies di Pasar Sail Pekanbaru, Rabu (13/12). Dalam kesempatan itu, Gubernur Jakarta periode 2017-2022 ini diberi pertanyaan soal statemen ‘Wakanda No More, Indonesia Forever’ yang diucapkannya saat debat perdana di KPU akan menjadi branding dan signature kampanye Capres Anies ke depannya.

Menjawab itu, Anies menekankan jika peryataan itu dimaksudkan pada upaya memberi ruang kebebasan berbicara kepada setiap warga negara tanpa rasa takut.

“Saya selalu sampaikan, kita memberikan ruang kepada kebebasan berbicara. Itu komitmen kami. Sejak zaman (memimpin sebagai gubernur) di DKI Jakarta,” jawab Anies.

Menurutnya, siapa saja boleh berkata apa saja dan seharusnya tidak ada pelaporan kepada penegak hukum serta tidak usah merasa takut.

“Dan itu komitmen kita juga buat Indonesia ke depan, untuk anak-anak muda, komitmen kebebasan itu ada,” tandas Anies.

“Jadi tidak perlu lagi kalau mau menyebutkan kritik menggunakan kata Wakanda (karena takut dipersekusi). Karena itulah, kenapa kita katakan Wakanda No More, Indonesia Forever!” pungkas Anies.

Terpisah, Juru Bicara Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), M. Fachri Muchtar menyebut, pernyataan Anies itu memang merespons kebebasan berpendapat di Indonesia khususnya di kalangan anak muda.

“Anak muda ini gemar mengkritik, tapi ada ketakutan dalam diri mereka ketika mengkritik pemerintah mereka cenderung menggunakan istilah Wakanda, Konoha, Hokage agar mereka tidak diserang,” kata Fachri di Riau, Rabu (13/12).

Menurutnya, anak muda tersebut tak hanya diancam oleh Undang-undang ITE tapi juga pasukan atau buzzer dari pemeritah.

“Seperti pada kasus Ketua UGM yang mendapatkan serangan usai mengatakan Pak Jokowi merupakan alumnus UGM terburuk. Akhirnya ada sebuah ketakutan pada anak muda dan menggunakan istilah untuk mensensor sembari melindungi dirinya,” tukasnya.

Hal itu disebutnya menjadi dasar Anies menggaungkan istilah ‘Wakanda No More, Indonesia Forever’ itu sangat kuat.

“Jadi ingin disampaikan: sudahlah, tidak perlu ada Wakanda-Wakandaan, kita ini Indonesia. Semua harus bebas, harus bisa berpendapat, mengkritik tanpa harus ketakutan,” pungkasnya. (NVR)

By Editor1