Stadion Bersejarah San Siro Markas AC Milan dan Inter Bakal Dirubuhkan
JAKRTA, AKURATNEWS.co – Stadion San Siro yang menjadi kandang bersama AC Milan dan Inter Milan akan di rubuhkan. Pembongkaran direncanakan pada tahun 2031 atau 2032 setelah stadion baru yang dibangun di kawasan berdekatan selesai dan siap digunakan.
Rencana ini menjadi bagian dari proyek modernisasi infrastruktur sepak bola Italia menjelang penyelenggaraan Piala Eropa 2032, yang akan digelar bersama oleh Italia dan Turki. Stadion pengganti bernama Generali Stadium diproyeksikan menjadi markas baru dua klub raksasa Serie A tersebut.
Pembongkaran San Siro akan dilakukan setelah stadion baru beroperasi sehingga AC Milan dan Inter tidak perlu meninggalkan markas lamanya selama masa pembangunan.
Kedua klub secara resmi memperkenalkan rancangan Generali Stadium pada Kamis (29/10/2026). Pembangunannya ditargetkan dimulai pada 2028, sedangkan pertandingan perdana direncanakan berlangsung pada musim 2031/2032, dengan tetap bergantung pada persetujuan yang diperlukan.
Rancangan Generali Stadium, calon markas baru AC Milan dan Inter Milan yang memiliki kapasitas 71.500 penonton. Stadion baru tersebut dirancang dua perusahaan arsitektur ternama, Foster + Partners dan MANICA. Keduanya menghadirkan konsep bangunan modern dengan struktur beton berbentuk X yang terinspirasi dari arsitektur Katedral Duomo di Milan.
Generali Stadium direncanakan memiliki kapasitas 71.500 kursi, termasuk sekitar 13.000 tempat duduk premium untuk penonton VIP.
Nama Generali Stadium berasal dari perusahaan asuransi Generali yang menjalin kerja sama hak penamaan stadion selama 20 tahun.
Selain menjadi tempat pertandingan sepak bola, stadion tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan acara internasional.
Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan sekitar stadion dengan fasilitas publik, ruang terbuka hijau, serta sarana komersial.
Menurut pengumuman resmi kedua klub, stadion baru diharapkan memperkuat daya saing AC Milan dan Inter sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Milan sebagai pusat kegiatan olahraga internasional.
Keputusan mengganti San Siro menandai akhir sebuah era dalam perjalanan sepak bola Italia.
Stadion yang memiliki nama resmi Giuseppe Meazza tersebut telah berdiri sejak 1926. Dengan kapasitas lebih dari 75.000 penonton, San Siro dikenal sebagai salah satu stadion terbesar sekaligus paling ikonis di Eropa.
Bangunan ini memiliki ciri khas berupa menara beton berbentuk silinder, struktur atap megah, dan arsitektur yang menjadikannya mudah dikenali.
Selama puluhan tahun, San Siro menjadi panggung pertandingan besar AC Milan dan Inter Milan, termasuk duel sarat gengsi Derby della Madonnina.
San Siro juga memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola dunia. Pada Piala Dunia 1990, stadion tersebut menjadi lokasi pertandingan pembuka ketika Kamerun secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Argentina.
Selain itu, San Siro pernah menggelar empat final kompetisi antarklub elite Eropa, yakni pada 1965, 1970, 2001, dan 2016.
Berbagai pertandingan penting tersebut menjadikan stadion ini bukan sekadar tempat olahraga, melainkan bagian dari identitas sepak bola Kota Milan.
Meski stadion pengganti menawarkan berbagai fasilitas modern, rencana pembongkaran San Siro tidak sepenuhnya mendapat dukungan.
Sejumlah suporter menyampaikan penolakan karena menilai stadion bersejarah tersebut merupakan bagian penting dari identitas kedua klub.
Penolakan bahkan muncul ketika rancangan stadion baru diperkenalkan pada akhir Oktober 2026. Namun, AC Milan dan Inter tetap melanjutkan proses perencanaan Generali Stadium sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Dengan target penggunaan pada musim 2031/2032, San Siro masih akan menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sebelum stadion pengganti resmi beroperasi.
Apabila seluruh tahapan pembangunan dan pembongkaran berjalan sesuai rencana, generasi mendatang tidak lagi menyaksikan pertandingan AC Milan dan Inter di stadion yang telah menjadi simbol sepak bola Italia selama hampir satu abad./Ib.
