JAKARTA, AKURATNEWS.co – Rabiul Awal atau banyak ang menebut bulan Maulid (Mulud/Jawa) merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah, kehadirannya akan selalu dinantikan dan juga disambut dengan berbagai tradisi dan kegiatan oleh setiap umat muslim di penjuru dunia.
Tidak hanya memiliki makna dalam penanggalan Islam, Rabiul Awal juga memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah dan kehidupan umat Islam. Lalu, mengapa disebut Rabiul Awal? Kata rabi’ dalam bahasa Arab dapat berarti musim semi atau musim gugur.
Dalam konteks nama bulan, rabi’ merujuk pada Rabiul Awal dan Rabiul Akhir, dua bulan setelah Safar. Jawwad Ali menjelaskan bahwa penamaan tersebut berkaitan dengan musim yang berlangsung ketika kedua bulan tersebut digunakan dalam penanggalan masyarakat Arab (al-Mufasshal fi Tarikhil Arab Qablal Islam, juz 16, hlm. 76). Al-Biruni juga mengaitkannya dengan tumbuhnya bunga, embun, dan hujan.
Seiring perjalanan sejarah Islam, Rabiul Awal tidak sekadar dikenal sebagai salah satu nama bulan dalam kalender Hijriah. Bulan ini menjadi saksi sejumlah peristiwa penting yang berkaitan dengan perjalanan hidup Rasulullah Saw dan perkembangan awal umat Islam. Beberapa di antaranya bahkan menjadi momentum yang terus dikenang hingga kini.
Berikut sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rabiul Awal.
1. Kelahiran Nabi Muhammad Saw Pendapat yang masyhur menyebut Rasulullah Saw lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah di Makkah. Mengenai hari kelahiran, Rasulullah Saw sendiri menjelaskan dalam hadis riwayat Muslim ketika ditanya tentang puasa Senin:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
Artinya: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku.” (HR Muslim).
2. Rasulullah Saw Tiba di Quba Setelah meninggalkan Makkah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq pada akhir Safar, Rasulullah Saw tiba di Quba pada Senin, 8 Rabiul Awal. Setelah beberapa hari tinggal di sana, beliau melanjutkan perjalanan menuju Madinah.
Karena itu, fase penting perjalanan hijrah Rasulullah Saw berlangsung pada Rabiul Awal, meskipun proses hijrah telah dimulai sejak akhir Safar.
3. Pembangunan Masjid Quba Setibanya di Quba, Rasulullah Saw bersama para sahabat mendirikan Masjid Quba. Masjid tersebut menjadi salah satu masjid paling awal dalam sejarah Islam. Al-Qur’an menyebut masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Artinya: “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih patut engkau melaksanakan shalat di dalamnya.” (QS At-Taubah [9]: 108)
4. Shalat Jumat Pertama Rasulullah Saw Dalam perjalanan dari Quba menuju Madinah, Rasulullah Saw melaksanakan shalat Jumat di kawasan Bani Salim bin Auf, tepatnya di Wadi Ranuna. Peristiwa ini menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah pelaksanaan shalat Jumat setelah hijrah.
5. Wafat Rasulullah Saw Rasulullah Saw wafat di Madinah pada tahun 11 Hijriah. Pendapat yang masyhur menyebut beliau wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal. Wafatnya Rasulullah Saw menjadi kehilangan besar bagi umat Islam, tetapi risalah yang beliau bawa kemudian diteruskan oleh para sahabat.
6. Abu Bakar Ash-Shiddiq Dibaiat sebagai Khalifah Setelah Rasulullah Saw wafat, para sahabat bermusyawarah di Saqifah Bani Sa’idah mengenai kepemimpinan umat. Abu Bakar ash-Shiddiq kemudian dibaiat sebagai khalifah. Peristiwa ini menjadi awal kepemimpinan Khulafaur Rasyidin sekaligus fase baru dalam sejarah politik umat Islam.
7. Perang Buwath Pada Rabiul Awal tahun kedua Hijriah, Rasulullah Saw memimpin sekitar 200 sahabat dalam ekspedisi menuju Buwath untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Namun, kafilah tersebut tidak ditemukan sehingga tidak terjadi pertempuran.
8. Perang Safwan atau Badr al-Ula Pada bulan dan tahun yang sama, Rasulullah Saw juga melakukan ekspedisi Safwan. Ekspedisi ini dilakukan setelah Kurz bin Jabir al-Fihri menyerang wilayah penggembalaan di sekitar Madinah. Rasulullah Saw bersama sekitar 70 sahabat mengejarnya hingga Safwan, tetapi tidak terjadi pertempuran karena rombongan tersebut telah pergi.
Dengan demikian, Rabiul Awal bukan hanya bulan yang dikenang karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bulan ini juga menjadi saksi sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam, mulai dari perjalanan hijrah, pembangunan Masjid Quba, shalat Jumat, wafatnya Rasulullah Saw, pembaiatan Abu Bakar ash-Shiddiq, hingga ekspedisi Buwath dan Safwan.
Mengenang Rabiul Awal karenanya dapat menjadi momentum untuk memahami sejarah sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah SAW./Ib. Sumber: NU Online.
