JAKARTA, AKURATNEWS.co – Nama Agam Rinjani tiba-tiba ramai lagi saat vdeo dan tudingan dari akun @RoyalSembaluhun berseliweran di media sosial.
Isinya: Agam dituding memanfaatkan ketenaran saat evakuasi Juliana Marins, pendaki Brasil yang jatuh setahun lalu di gunung Rinjani. Plus, uang donasi dari masyarakat Brasil ikut diseret-seret.
Setelah berbulan-bulan bungkam, relawan kemanusiaan dan pegiat konservasi Rinjani ini akhirnya angkat suara. Bukan dari Sembalun. Tapi dari Dieng, di sela kegiatan outdoor.
“Saya diam bukan berarti membenarkan apa yang disampaikan. Saya memang beberapa bulan ini nggak di Rinjani. Lagi di Sumatera dan Jawa jadi relawan, sekaligus jalanin pelatihan buat rescuer sesuai komitmen saya,” kata Agam saat dihubungi Akuratnews, Minggu (21/6).
Agam mengaku risih. Bukan cuma karena tudingannya, tapi karena yang menuduh dirinya belum ketemu langsung.
“Saya kenal tapi belum ketemu dia lagi,” ucapnya.
Agam menduga keributan ini ada provokasinya.
“Ide itu memang ada karena ada rumah saya disana, sekaligus memperingati satu tahun evakuasi Juliana,” jelas Agam.
Soal isu donasi, Agam mengaku tak mau debat panjang di publik.
“Soal relawan yang bantu evakuasi langsung, boleh tanya mereka sendiri. Saya sudah bagi juga ke mereka. Soal tanam pohon, kami mau lakukan. Bukan reboisasi, tapi penanaman pohon. Cuma timing-nya belum pas karena banyak kerja kemanusiaan lain yang lagi jalan,” terang Agam.
Intinya, uang donasi udah disalurkan. Ada buat tim di lapangan, dan ada juga buat program lingkungan. Tapi Agam tak mau rincian dibuka ke medsos.
“Nggak elok membicarakan penggunaan donasi secara terbuka,” ucapnya.
Agam pun memilih tak meladeni semua tudingan satu persatu. Energinya mau dipakai buat kerja yang sudah diprogramkan.
“Saya lebih fokus pada kerja-kerja yang sudah kami rencanakan. Nggak cuma untuk Rinjani, tapi juga gunung dan hutan-hutan di Indonesia. Semoga semua niat baik ini bisa manfaat buat banyak orang,” tutupnya.
Untuk menyegarkan ingatan, setahun lalu, nama Agam Rinjani melambung bareng tim evakuasi Juliana Marins, pendaki Brasil itu jatuh ratusan meter di jalur pendakian gunung Rinjani.
Evakuasi jadi operasi berat, disorot dunia. Dari situ Agam dikenal publik sebagai salah satu relawan di garis depan.
Sejak itu pula, sorotan ke dia tak pernah mati. Mulai dari kiprah konservasi, pelatihan rescuer, sampai sekarang: isu donasi dan “dilarang mengenang”.
Belum jelas motif apa yang bikin Royal Sembaluhun gencar mengunggah video tudingan. Yang jelas, Agam sudah buka suara. (DAN)
