Tanpa Syuting dan Set Kerajaan, Series Kolosal Jaka Tingkir Versi AI Hadir di HP

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Laga antara Jaka Tingkir lawan Arya Penangsang bakal hidup lagi. Tapi kali ini caranya beda banget.

Ya.. Kampanye AI resmi meluncurkan ‘Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore’, sebuah series kolosal pertama di Indonesia yang diproduksi 100 persen menggunakan kecerdasan buatan (AI). Tanpa lokasi syuting, set kerajaan, kru dan tanpa ratusan figuran.

57 episode series sudah bisa disaksikan mulai Kamis (3/9) di platform OTT Dynasty Shorts yang tersedia di Google Play dan App Store, serta lewat situs resmi http://jakatingkir.id.

Peluncuran series ini ditandai dengan gala premiere di Hades VIP, Jakarta, yang dihadiri media, insan kreatif, dan pelaku industri hiburan nasional.

Bagi CEO Kampanye AI, Choky Andriano, Jaka Tingkir adalah memori kolektif generasi 90-an.

“Generasi 90-an tumbuh dengan cerita Jaka Tingkir di layar kaca. Kami ingin generasi itu dan anak-anak mereka merasakan kembali kisah yang sama, tapi dengan pengalaman visual yang sama sekali baru. Ini bukan remake, ini cara baru bercerita,” kata Choky.

Konsep ini disebut ‘Sinema AI’. Setiap adegan disutradarai layaknya film layar lebar. Mulai dari tata kamera, pencahayaan, koreografi laga silat, sampai kontinuitas karakter dijaga ketat di seluruh 57 episode.

CEO Kampanye AI lainnya, Andi Sultan menegaskan tidak ada proses syuting sama sekali.

“Tidak ada lokasi syuting, tidak ada set kerajaan yang dibangun, tidak ada ratusan figuran dan kuda yang disewa. Seluruh dunia Bengawan Sore dari pendopo Pajang, medan laga di tepi Bengawan, hingga sosok Jaka Tingkir dan Arya Penangsang dihasilkan sepenuhnya oleh AI,” jelas Andi.

Semua visual dibuat berdasarkan naskah, arahan sutradara, dan ribuan instruksi visual atau prompt yang dirancang tim kreatif Kampanye AI.

Yang bikin heboh: skala kolosal yang biasanya butuh anggaran puluhan miliar dan ratusan kru, kini bisa dikerjakan tim kecil hanya dalam hitungan bulan.

“Kami membuktikan bahwa cerita kolosal Nusantara tidak harus menunggu anggaran besar untuk bisa diproduksi. Dengan AI, sejarah dan legenda kita bisa hidup kembali secepat imajinasi kita,” tambah Choky.

Andi Sultan yang juga menjabat CEO Dynasty Shorts menyebut platformnya memang dibangun untuk konten vertikal berkualitas sinema.

“Jaka Tingkir Saga adalah judul yang tepat untuk menunjukkan bahwa cerita lokal bisa tampil sekelas produksi global,” tegasnya.

Bahkan Kampanye AI sudah menyiapkan proyek selanjutnya.

“Nanti setelah series Jaka Tingkir sukses, kita bakal produksi serial selanjutnya Prabu Siliwangi dan Tutur Tinular,” ungkap Andi.

Series ini membawa penonton ke Tanah Jawa abad ke-16. Dimulai dari kematian Ratu Kalinyamat hingga pertempuran penentuan di tepi Bengawan Sore.

57 episode ini menuturkan perjalanan seorang pemuda dari Tingkir yang akhirnya menjadi raja pertama Pajang.

Meski tanpa syuting, semua karakter tetap “diperankan”. Wajah dan akting AI dibuat berdasarkan sosok pemeran aslinya yakni, Dian Sidik sebagai Jaka Tingkir, Adelia Rasya sebagai Ratu Kalinyamat, Choky Andriano sebagai Arya Penangsang, Dede Wijaya Pratama sebagai Ki Ageng Pamanahan, Rangkud Angga sebagai Ki Matahun, Candra Rianto, S.H., M.A.P sebagai Sunan Kalijaga dan Roby sebagai Sunan Kudus.

Dengan hadirnya ‘Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore’, Kampanye AI juga ingin membuktikan satu hal: legenda Nusantara tidak perlu menunggu. Cukup dengan imajinasi plus AI, sejarah bisa tayang hari ini juga.

Anda sudah siap nobar Jaka Tingkir versi AI? (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *